Bengkel Mobil di Jalan Pattimura Nunukan Dilahap si Jago Merah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebuah bengkel percetakan di Jalan Pattimura, Kelurahan Nunukan Timur dilahap si jago merah pada Kamis, 26 Oktober 2023.

Ros salah satu pedagang yang berjualan tepat di seberang jalan lokasi kejadian mengatakan melihat api bermula dari atas bangunan.

“Awalnya itu saya liat ada api dari arah atas bangunan lalu ada suara ledakan, setelah itu api langsung besar sudah,” kata Ros kepada benuanta.co.id, Kamis (26/10/2023).

Beruntung, api yang begitu besar berkobar berhasil cepat dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan.

Kasi Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Aristra Pratama mengatakan pihaknya menerima laporan sekira pukul 09.55 WITA.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Raih Penghargaan Ketertelusuran SUML Tahun 2025 dari Kementerian Perdagangan RI

“Kita kemudian langsung ke lokasi dan api sudah membesar, kita turunkan 3 armada pemadaman dan satu bantuan dari BPBD Nunukan,” kata Arista.

Arista mengatakan, dari keterangan pemilik, api berasal dari kamar karyawan berada di lantai dua. Lantaran bangunan berbahan kayu dan tripleks sehingga api begitu cepat membesar dan membakar bangunan ke arah belakang dan membakar bangunan seluas 18×6 meter tersebut.

“Ini bengkel percetakan kendaraan, jadi tadi itu beruntung kendaraan milik pelanggan berhasil diselamatkan para pekerjanya. Untuk proses pemadamannya sendiri dilakukan kurang lebih sekitar 1 jam,” ungkapnya.

Baca Juga :  DKUKMPP Nunukan Sidak Alat Ukur di Pasar Tradisional, 3 Timbangan Disita Petugas

Atas musibah itu, disampaikannya jika tidak ada korban jiwa, namun korban diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Terpantau di lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi dan pihak Kepolisian tampak tengah melakukan pemeriksaan.

Begitu pun dengan sejumlah karyawan bengkel yang langsung membersihkan sisa puing-puing bangunan yang terbakar.

Sementara itu, Hasan (42) pemilik bengkel percetakan H 22 Auto ini mengatakan, saat kejadian bengkel dalam keadaan sudah buka bahkan para karyawannya tengah bekerja.

“Saat kejadian saya ada di sini, anggota juga lagi sementara kerja semua. Jadi saat api itu membesar kita langsung berusaha menyelamatkan kendaraan milik pelanggan dulu jadi tidak ada mobil pelanggan yang terbakar,” ungkap Hasan.

Baca Juga :  9 Hari Perjalanan ke Krayan, Alsintan Kementan Terhambat Sungai Binuang

Atas musibah yang terjadi begitu cepat itu, Hasan mengungkapkan jika ia kerugian yang dialaminya mencapai Rp 600 juta. Hal ini lantaran, sejumlah bahan dan tiga unit mesin percetakan miliknya ludes di lahap di jago merah.

“Karena korsleting listrik dari kamar karyawan yang ada di lantai atas, baru kebawah. Namanya musibah kita hanya bisa bersabar saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *