benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Tari massal jepin kipas, jugid maring, tari Dayak Kenyah dan tari bebilin untuk pertama kalinya ditampilkan bersamaan dalam upacara HUT Kalimantan Utara (Kaltara) ke-11 diikuti sebanyak 150 orang wanita dari Aparatur Sipil Negara (ASN) eslon II dan persatuan Dharma Wanita Kaltara.
Kordinator tari massal HUT Kaltara, Lestari Siska Dewi Yahya mengatakan, bahwa pesona Benuanta mempunyai tiga suku asli di Kaltara yaitu Bulungan, Tidung dan Dayak sehingga perlu untuk melestarikan budaya.
“Kalau bukan sekarang kapan lagi, dan kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini,” ucapnya, Rabu(25/10/23)
“Jadi saya kombinasikan tiga suku ini dalam tarian menjadi suatu persembahan yang menarik, yang juga merupakan pelangi khatulistiwa beraneka warna budaya, suku dan adat istiadat kita jadikan satu agar Kaltara selalu sejahtera,” tambahnya.
Dalam penampilan pertama, dirinya sengaja memberikan tarian jugid demaring, yang merupakan tarian pada zaman kerajaan dahulu yang memang perlu dilestarikan.
“Tarian jugid demaring adalah tari agung yang tidak pernah kita lupakan sejarahnya. Maka dari itu tampilan tarian tersebut saya kemas sebaik mungkin untuk dipersembahkan dalam HUT Kaltara,” ungkapnya.
Dalam menampilkan tarian yang indah, tentu membutuhkan waktu. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk latihan hanya 20 hari. dan ia sangat bersyukur penari yang mayoritas adalah wanita semangat menjalani latihan.
“Insyaallah ke depannya kami akan melaksanakan kegiatan, dan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan serta akan melibatkan masyarakat umum,” tuturnya.
Tak hanya itu dia pun berencana dalam kegiatan tari massal akan menambah personel tari, yang mana pihaknya juga akan bekerjasama dengan dinas pariwisata Kaltara. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







