Perahu Pemancing Ini Duluan Ditemukan, Tim SAR Kesulitan Tentukan Titik Koordinat Terakhir Korban

benuanta.co.id, TARAKAN – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap Mula yang diduga hilang saat memancing ikan di perairan Bunyu Kabupaten Bulungan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 di sore hari.

Berdasarkan informasi, korban sudah tak terlihat lagi sejak pamit memancing ikan pukul 17.00 WITA. Namun, rekan dan keluarga korban mulai menyadari hilangnya korban saat dini hari pukul 01.00 WITA.

“Sampai sore hari ini kita masih pencarian tapi nihil, belum ada tanda-tanda,” ujar Kepala Basarnas Tarakan, Syahril saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Ahad (15/10/2023).

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Menurutnya, pelaporan yang diberikan kepada Tim SAR juga terkesan terlambat. Seharusnya pihak keluarga maupun rekan korban dapat melapor lebih cepat untuk mendapatkan pertolongan yang lebih awal.

“Biasanya ada situasi tahap menyadari bahwa salah satu anggota keluarganya belum pulang. Tapi baru dilaporkan sehari atau bahkan ada yang empat hari baru melapor. Ya menurut kami masih lumayan lah kalau sehari ini,” bebernya.

Adapun objek yang hingga saat ini ditemukan di lapangan ialah perahu milik korban. Perahu korban pun telah lebih dulu diamankan oleh warga sekitar Pulau Bunyu.

Syahril melanjutkan, dalam melakukan pencarian terhadap korban terdapat kendala yang ditemui, yakni berbedanya keterangan dari warga mengenai titik koordinat korban.

Baca Juga :  FPI Tarakan Dukung Kamtibmas Selama Ramadan, Akan Patroli Keliling

“Laporan dari pihak keluarga memang pergi sendiri. Kita itu tidak tahu pasti dimana titik korban saat hilang itu. Ya sesuai informasi kita kembangkan aja lokasi pencariannya,” tuturnya.

Pengembangan lokasi pencarian pun juga belum dapat dilebarkan lantaran belum dapat dipastikan titik koordinat yang tepat. Kendala ini semakin lengkap lantaran tak adanya saksi yang melihat jika kemungkinan terburuk korban hilang diduga tenggelam.

Disinggung soal arus air sendiri juga belum dapat disimpulkan nya lantaran titik koordinat yang belum pasti.

Baca Juga :  Kekurangan Ruang Kelas, SMK Negeri 4 Tarakan Manfaatkan Gudang Disekat

“Kita lakukan secara gabungan, TNI Polri turut membantu juga masyarakat,” imbuhnya.

Tak hanya mengerahkan personel dan Rigid Inflatable Boat (RIB), pihaknya juga mengerahkan satu alat pendeteksi manusia di dalam air yang saat ini penggunaannya belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Sebenarnya penggunaan alat itu pun harus diketahui pasti posisi terakhir korban. Apalagi perairan disitu juga luas kita masih belum tahu titik koordinat terakhir. Tidak ada yang tahu karena laporannya hilang dan belum kembali,” pungkas Syahril.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *