benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan fasilitasi dan pembinaan KB di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Lantai IV pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Nunukan, Abdul Munir mengatakan dalam upaya peningkatan pembangunan nasional keluarga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Kekuatan pembangunan nasional, berakar pada elemen keluarga sebagai komunitas mikro dalam masyarakat. Sedangkan keluarga sejahtera dan berkualitas merupakan fondasi dasar bagi keutuhan, kekuatan dan keberlanjutan pembangunan.
Profil keluarga Indonesia yang tercermin dari hasil supas 2015 menunjukkan keluarga Indonesia berada dalam kondisi yang rentan. Angka kematian ibu masih tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi Indonesia sebanyak 22 bayi per 1.000 kelahiran hidup. potret ini akan berpengaruh dalam pengelolaan keluarga serta pola pengasuhan yang berdampak kepada kualitas manusia.
“Keluarga itu bagian yang sangat penting dalam membangun bangsa dan negara, sehingga kita perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang kita mulai dari keluarga,” kata Abdul Munir.
Lanjut dia, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberdayakan serta memperkuat institusi keluarga melalui optimalisasi penyelenggaraan kampung keluarga berkualitas di setiap desa/kelurahan, maka presiden telah mengeluarkan inpres nomor 3 tahun 2022 tentang optimalisasi penyelenggaraan kampung keluarga berkualitas.
Kabid Dalduk dan KB, Suriyati menyampaikan bahwa Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) merupakan kebijakan yang dituangkan dalam program lima tahunan pembangunan kependudukan Indonesia untuk mewujudkan target pembangunan kependudukan.
“Ada lima aspek pembangunan kependudukan, pertama itu Pengendalian Kuantitas Penduduk, kedua Peningkatan Kualitas Penduduk, ketiga Pengarahan Mobilitas Penduduk, dan ke empat Pembangunan Keluarga, yang kelima adalah Pengembangan Data Base Kependudukan,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Nicky Saputra







