Tahun Depan DLHK Berau Ubah Skema Sosialisasi Limbah B3

benuanta.co.id, BERAU – Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Berau hampir tidak ada kasus yang menonjol di setiap tahunnya. Walau begitu, Pemerintah Kabupaten Berau (Pemkab) terus melakukan pengawasan dan pencegahan.

Kasi Penanganan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Reza Pahlevi mengungkapkan, dalam meminimalisir pencemaran limbah B3 di lingkungan masyarakat pihaknya terus mengupayakan sosialisasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha, baik dari sektor industri, pariwisata, dan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Diikuti 3.730 Peserta, Berau Coal Run 2026 Sukses Digelar

Berdasarkan dari kegiatan sosialisasi di tahun-tahun sebelumnya, DLHK Berau melakukan dengan cara door to door di tempat.

“Mulai di tahun 2024 mendatang tidak lagi menerapkan sistem tersebut, melainkan cara alternatif lainnya yang lebih efektif dalam menjalankan sosialisasi menurutnya. Karena hanya dengan waktu 365 hari, tidak akan sanggup door to door,” ungkapnya Kamis (5/10/2023).

Untuk di tahun yang akan datang bakal melakukan sosialisasi dan pembinaan melalui pemanggilan di tempat yang akan disediakan.

Baca Juga :  Diikuti 3.730 Peserta, Berau Coal Run 2026 Sukses Digelar

“Hal ini berlaku untuk di 13 kecamatan yang ada di Berau. Kami akan panggil penghasil limbah B3 terutama UKM, termasuk juga penghasil limbah medis yang nantinya akan diberikan pengarahan,” ucapnya.

Reza menyebut, persiapan sosialisasi di tahun depan sudah sangat matang, khususnya dalam hal keilmuan.

“Insyaallah tim teknis kami siap semua. Secara persiapan kelimuan, kami siap saja. Hanya saja, yang menjadi kendala itu pada tempat dan jarak dari penghasil ke tempat acara,” tambahnya.

Baca Juga :  Diikuti 3.730 Peserta, Berau Coal Run 2026 Sukses Digelar

Seperti halnya untuk kampung di Kecamatan Kelay yang menyebar hingga perbatasan Kutai Timur (Kutim). Baginya kondisi tersebut yang menjadi kendala, namun DLHK Berau masih terus berkoordinasi dengan kecamatan.

“Untuk itu, sebelum mengundang mereka, kita terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” bebernya.

Selain itu, DLHK Berau juga menyasar pihak lain yang menghasilkan limbah B3 maupun medis. Seperti bengkel, puskesmas pemerintah, layanan kesehatan swasta, hingga hotel. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *