benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tarakan mendapat banyak keluhan terkait pelayanan dan akses untuk Fasilitas Kesehatan (Faskes).
Hal tersebut pun langsung ditanggapi oleh Kepala BPJS Cabang Tarakan, dr. Asnila Dewi. Ia mengungkapkan keluhan yang menempati 10 besar yaitu terkait akses layanan, kemudahan informasi, kesediaan tempat tidur, kemudahan untuk antrean di rumah sakit yang cukup lama dan perlakuan diskriminasi, perbedaan pelayanan antar peserta JKN dan non JKN di faskes serta kekosongan obat dan pembatasan hari rawat.
“Kepada faskes yang ada di Tarakan tentu kita berupaya untuk meningkatkan mutu layanan. Kita berkolaborasi dengan faskes kita di rumah sakit untuk mempermudah,” ujar dr. Asnila.
Terkait keluhan yang lain pun pihaknya berkomitmen dengan rumah sakit dan faskes tingkat pertama untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan mencantumkan maklumat janji layanan kepada masyarakat.
“Ini juga menjadi reminder kami bersama antara BPJS kesehatan dan faskes bahwa keluhan-keluhan yang disampaikan tidak akan terjadi di faskes,” imbuhnya.
Tak hanya itu, terkait kekosongan obat pemerintah telah menjamin ketersediaan obat bagi peserta JKN baik Faskes tingkat pertama maupun tingkat lanjutan dan variasi obat perlu diantisipasi.
“Sebenarnya ada obat yang sama dari sisi bahan dan komposisinya tetapi mungkin mereknya aja yang berbeda. Jadi, ini kembali lagi edukasi kepada masyarakat bahwa obat yang diberikan ke peserta JKN adalah obat-obatan yang baik,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







