benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan Nunukan mulai mendata sarana dan prasarana pemerintah yang rusak akibat dampak musibah banjir.
Seperti yang diketahui musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Malinau dan Nunukan beberapa waktu yang lalu, telah banyak merusak sarana-prasarana umum milik pemerintah dan masyarakat umum dan berdampak pada pelayanan dan aktivitas masyarakat.
Sehingga dengan adanya inventarisir yang cepat ini, pemerintah juga bisa melalukan perbaikan pembangunan dalam waktu yang cepat.
“Semua sudah kita data dan inventarisir, sehingga kita dapat petakan sarana-prasarana yang mana saja yang sangat urgent dan membutuhkan perbaikan yang cepat,” kata Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, Selasa, 3 Oktober 2023.
Gubernur yang akrab disapa Paliwang juga menerangkan pemulihan pembangunan pasca musibah banjir memang sangat diperlukan, mengingat adanya beberapa sarana-prasarana yang membuat masyarakat terdampak sulit beraktivitas, seperti jembatan penghubung akses yang putus dan rumah-rumah masyarakat yang hanyut akibat banjir.
“Kalau bantuan darurat sudah kita berikan antaranya bantuan kebutuhan pangan dan uang tunai sebesar Rp 400 juta untuk masyarakat terdampak banjir,” jelasnya.
“Tinggal bagaimana pemulihan pembangunannya, karena hal ini sangat penting, tidak hanya untuk membangun daerah tapi juga untuk membangun kembali mental masyarakat yang terdampak banjir,” sambungnya.
Dalam pemulihan pembangunan pasca musibah banjir kali ini juga, orang nomor satu di Kaltara itu juga akan mengandalkan pemerintah pusat untuk bergerak, mengingat beberapa sarana-prasarana yang rusak merupakan milik pemerintah pusat.
“Kita sudah bersurat kepada pemerintah pusat agar bisa ikut membantu, jadi tidak hanya pemprov dan pemkab saja yang bergerak di sini tapi pemerintah pusat juga kita libatkan untuk pemulihan dua kabupaten ini,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







