benuanta.co.id, NUNUKAN – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) yakni melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nunukan menilai dengan adanya hari batik masyarakat harus bangga karena bisa memperlihatkan motif batik berdasarkan daerah masing-masing.
“Dalam motif batik itu ada ciri khas daerah yang dijadikan motif batik yang dibuat di atas kain, itu satu kebanggaan dalam mengangkat atau meningkatkan kebudayaan,” kata Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) yakni melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nunukan Isna Faridah, kepada benuanta.co.id, Senin, 2 Oktober 2023.
Batik Lulantatibu paling populer di Nunukan dan juga sudah diakui oleh pemerintah daerah.
Menggunakan batik Lulantatibu mencerminkan budaya lokal di antaranya tentang Dayak Lundayeh, Dayak Tagalan, Dayak Taghol, Dayak Tidung dan Bulungan. Batik Lulantatibu sendiri saat ini telah dipatenkan dan resmi menerima HAKI pada bulan Mei 2017.
Batik Lulantatibu mewakili semua etnis yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan, tidak hanya mengangkat satu etnis saja. Di Nunukan sudah masuk dalam perda tentang Dayak Lundayeh, Dayak Tagalan, Dayak Taghol, Dayak Tidung dan Bulungan.
Selain itu, Nindawati Pengguna Baju Batik Nunukan, mengatakan dia sangat mendukung menggunakan baju batik.
“Jika menggunakan batik, secara tidak langsung sama saja kita mempromosikan budaya kita yang ada di Nunukan dan kita harus cinta produk lokal,” ucapnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







