Teka-teki Kematian Nabila Putri, Pemeriksaan DNA Upaya Terakhir Polisi?

benuanta.co.id, TARAKAN – Teka teki kematian Nabila Putri (21) masih belum terkuak sejak jasadnya ditemukan pada 26 Agustus 2023 lalu di dalam kamar indekos wilayah RT 16 Kampung Satu.

Satu bulan telah berlalu, pihak kepolisian masih berkutat dengan serangkaian penyelidikannya untuk membongkar kasus ini agar terang benderang terkait penyebab korban Nabila meregang nyawa dengan kondisi tragis.

Jika sebelumnya sebanyak 26 orang saksi telah diperiksa. Kini bertambah 1 orang saksi lagi diambil keterangannya oleh polisi menjadi 27 saksi secara keseluruhan. Paling banyak saksi ini adalah pemakai jasa prostitusi korban semasa hidup.

“Kami masih berputar-putar dalam pemeriksaan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Randhya Sakhtika Putra, Selasa petang (26/9).

Minimnya petunjuk di lokasi terutama keberadaan CCTV cukup disesalkan tim penyidik kepolisian.

Upaya terakhir yang kini masih ditunggu penyidik adalah menunggu hasil pemeriksaan DNA dari seorang profesor yang ahli di bidangnya. Polisi juga melalukan penyelidikan dalam bentuk sains, IT (Informasi dan Teknologi) maupun mengumpulkan informasi dari 27 orang saksi.

“Dari ke sekian saksi murni dari masyarakat sipil yang terdiri dari pengguna jasa, teman dekat, mantan pacar dan koperasi,” imbuhnya.

Pemeriksaan DNA ini juga diyakini menemukan kendala lantaran di dalam kamar korban Nabila telah banyak laki-laki silih berganti datang ke tempat tersebut terkait profesinya.

Kasat Reskrim ketika ditanya soal pihaknya menggunakan jasa “orang pintar” atau jasa klenik, ditepis Randhya.

“Kita tidak ada menggunakan jasa itu, kita hanya mempercayai fakta yang ditemukan saat di lapangan,” tegasnya.(*)

Reporter: Okta Balang
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *