Soal Banjir Kiriman, Gubernur Zainal akan Buka Komunikasi dengan Malaysia

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akan segera membuka komunikasi dengan negara Malaysia terkait kondisi banjir yang ada di Kaltara.

Diketahui banjir besar melanda dua kabupten di Kaltara yakni Nunukan dan Malinau saat ini merupakan banjir kiriman dari hulu Malaysia yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Di mana banjir kiriman ini juga bersifat musiman dan sering terjadi.

Mengatasi persoalan banjir ini, Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Arifin Paliwang berinisiatif untuk segera berkomunikasi dengan negara tetangga agar dapat turun tangan dalam mengatasi persoalan lingkungan wilayah perbatasan.

Baca Juga :  Kejati Kaltara Geledah Tiga OPD di Kantor Gadis, Dalami Dugaan Pelanggaran Tambang

“Artinya kita hanya bisa mengatasi hal yang menjadi wilayah teritorial kita. Sedangkan yang di wilayah sebelah harus menjadi tanggung jawab negara Malaysia,” kata Gubernur Zainal, Ahad 24, September 2023.

Masalah banjir kiriman ini, ia berharap agar pemerintah Malaysia juga bisa turun tangan guna mencegah banjir kiriman serupa terjadi lagi di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Bappeda Litbang Kaltara Dorong Integrasi Data untuk Penanggulangan Kemiskinan

“Setidaknya negara Malaysia juga bisa membantu kita mengatasi musibah alam ini, apalagi banjir ini bermula dari wilayah mereka. Dan hal ini akan saya kordinasikan agar kedua negara dapat menemukan solusi yang tepat terhadap persoalan banjir kiriman ini,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pertolongan terhadap masyarakat terdampak banjir, orang nomor satu di Kaltara itu akan segera mencarikan solusi konkret untuk masyarakat sekitar. Namun saat ini pihaknya akan berfokus terhadap perbaikan sarana-prasarana dan rumah masyarakat yang terdampak banjir.

Baca Juga :  Kasus Tambang Diselidiki, Kejati Geledah Empat Dinas dan Kantor Pengawasan Minerba

“Sarana-prasarana yang rusak khususnya yang vital tentu akan segera kita perbaiki. Makanya pendataan saat ini terus kita lakukan termasuk pendataan warga terdampak,” imbuhnya.

“Namun hal utama yang harus kita perhatikan saat ini ialah menyelamatkan ketahanan pangan masyarakat, agar kebutuhan perut masyarakat tetap terpenuhi selama banjir terjadi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *