benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) melepas ribuan peserta Borneo Nash Hash yang ke-19 tahun di Bukit Mas Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan pada Ahad, 24 September 2023 pagi tadi tepat pukul 10.00 Wita.
Setelah meninjau lokasi musibah banjir di Malinau dan Mansalong Gubernur Kaltara, Drs Zainal Arifin Paliwang langsung beranjak ke Kota Tarakan untuk melepaskan peserta bahkan ikut serta menaklukkan rute tanjakan yang ada di belakang Bukit Mas.
Eveni internasional yang digelar setahun sekali ini menghadirkan ribuan peserta ada berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Jerman yang tergabung dalam club hash di Malaysia.
Borneo Nash Hash atau dikenal juga dengan on on tahun ini dihadiri peserta dari Malaysia berjumlah 450 orang peserta, kemudian dari dalam negeri yakni dari Berau, Balikpapan dan Samarinda sebanyak 75 orang.
Sementara dari Tarakan sendiri diikuti sekitar 400-an peserta. Pada Hash berikutnya akan diadakan tahun 2025 dengan Kinabalu, Malaysia sebagai tuan rumah.
Gubernur Kaltara, Drs Zainal Arifin Paliwang sangat terkejut dengan rute tanjakan yang baru pertama kali ia jajaki pada kesempatan ini. Ia mengungkapkan rute tersebut mengeluarkan tenaga ekstra untuk ditaklukkan.
“Habis on on sekarang off off, Habis tenaga, saya tidak pernah membayangkan rute Super Long itu tujuh bukit yang cukup terjal jadi rasanya tidak mau naik tapi tidak mau turun. Saya di dua bukit sudah habis napas,” ujar Gubernur Zainal, Ahad (24/9/2023).
Melihat rute yang cukup ekstrem Gubernur Zainal hanya sanggup melalui tiga per empat rute Super Long yang sudah di siapkan pihak penyelenggara dengan mengikuti rute pendek atau rute short.
Sambil tertawa pemimpin nomor satu Kaltara ini pun menyelesaikan rute dengan estimasi satu jam dan ia pun mengapresiasi antusias dan semangat para peserta yang memang paling banyak merupakan lansia.
“Luar biasa mereka punya fisik. Saya akui karena mereka terbiasa jadi mudah. Medannya luar biasa tanjakan ada 45 derajat ada 50 derajat, turun juga demikian. Jadi, saya tiga istirahat menarik napas,” ungkapnya.
Lanjutnya, ke depan event ini bisa diadakan lagi namun jika bisa jangan terlalu ekstrem agar banyak peserta bisa bergabung. “Untuk pemula yang short saja dicoba, jangan ikut yang supel long 9 bukit,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







