benuanta.co.id, BERAU – Pembangunan kios cendera mata di pintu masuk Kawasan Sektor Pariwisata Nasional (KSPN) Derawan berserta bangunan penunjang lainnya dikeluhkan masyarakat.
Sebab proyek senilai Rp 1 miliar tersebut dinilai menghambat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pelabuhan Sidayang, Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan dalam mengais rezeki.
Tak hanya itu, bangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pariwisata tahun 2023 itu menutupi kios pedagang kuliner di belakangnya.
Bahkan dikhawatirkan, usaha mereka tidak terlihat wisatawan yang akan bersantai sebelum menyeberang ke Pulau Derawan dan sekitarnya.
Seperti disampaikan salah seorang pengelola kuliner, Andi Saputra berharap ada kesepakatan antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, pemerintah kampung dan pelaku usaha.
Sebelum pembangunan kios cendera mata yang sedang berlangsung mereka akan direlokasi terlebih dulu ke kawasan pantai.
“Tapi, ketika pelaksanaan malah berubah skemanya. Tidak sesuai hasil sosialisasi dan rapat,” ungkapnya Sabtu (23/9/2023).
Bahkan menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) pun jadi kambing hitam karena pelaksana kegiatan berdalih, jika pembangunan kawasan kuliner dibangun terlebih dulu akan mengganggu area parkir Pelabuhan Sidayang.
“Meski tidak sesuai kesepakatan, kami tidak bisa menolak. Karena (lahan) milik pemerintah,” ucapnya.
Lebih lanjut, kata dia para pedagang hanya bisa pasrah sebab kehadiran bangunan yang menghalangi kios usaha mereka membuat pundi-pundi rupiah menurun drastis.
Padahal, bangunan dengan material kayu tersebut merupakan penopang ekonomis mereka selama ini.
“Penghasilan turun. Biasanya pemasukan jutaan per hari, kini hanya ratusan ribu. Selain menutupi usaha kami, tidak ada lagi lahan parkir. Jadi pengunjung malas singgah, dan memilih langsung menyeberang,” ujarnya.
Terpisah Kadisbudpar Berau, Ilyas Nasir menjelaskan pembangunan kios cendra mata di pintu masuk KSPN Derawan dan toilet pariwisata pintu gerbang KSPD Derawan dimulai 18 Juni 2023, dan ditargetkan tuntas dibangun pada 15 Oktober 2023 mendatang.
“Pembangunan ini, Insyaallah sudah bisa dipergunakan tahun ini,” ucapnya.
Terkait keluhan dari pengelola kuliner di area tersebut, Ilyas menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Pulau Derawan dan para pengelola kuliner. Tahap pertama pembangunan kios cendera mata dan pembangunan pusat kuliner di kawasan pantai dianggarkan tahun depan.
“Awalnya para pengelola sepakat, Tapi kami tidak tahu tiba-tiba ada keluhan dari pedagang,” dalihnya.
Menurutnya, tidak semua pembangunan menguntungkan, pasti ada yang dikorbankan. Pihaknya tidak merasa merugikan pelaku kuliner dari pembangunan kios cendera mata. Karena masih menyisakan jarak antar bangunan untuk pejalan kaki menikmati kuliner.
“Akses jalan tidak sepenuhnya tertutup akibat pembangunan ini. Itupun spanduk dipindahkan ke depan agar pengunjung masih mengetahui ada kuliner di kawasan tersebut,” katanya.
Ilyas mengklaim, pembangunan kios cendera mata dan pembangunan kawasan kuliner di pinggir pantai akan menjadi wajah baru ketika wisatawan hendak menyeberang ke pulau wisata. Lebih tertata dengan rapi dan menambah estetika di pintu gerbang Pelabuhan Sidayang.
“Ketika wisatawan datang akan senang melihat penataan yang lebih bagus,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie
Editor: Yogi Wibawa







