DLH Nunukan Sebut Volume Sampah Meningkat

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pertambahan jumlah penduduk, cukup mempengaruhi peningkatan volume sampah di Kabupaten Nunukan. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Sekretaris DLH Kabupaten Nunukan, Freddyanto Gromiko mengatakan saat ini dalam sehari pihaknya bisa mengakut sampah dari sejumlah TPS sebanyak 16 ton hingga 17 ton.

“Tentu ini hal yang baik, artinya masyarakat kita saat ini sudah mulai sadar membuang sampah pada tempatnya. Makanya TPS kita selalu penuh tumpukan sampah saat ini,” kata Freddyanto kepada benuanta.co.id.

Kendati begitu, ia juga mengaku jika TPS yang tersebar di Nunukan sangatlah terbatas, sehingga masih banyak didapati tumpukan sampah yang dibuang tidak pada TPS.

Baca Juga :  Sola BBM Asal Malaysia, Kuota untuk Nunukan Masih Mencukupi

Tahun ini pihaknya telah mengajukan pengadaan TPS untuk beberapa titik lokasi dengan menggunakan APBN.

“TPS kita sangat terbatas, bahkan banyak yang sudah rusak dan hilang, makanya tahun ini kita sudah ajukan pengadaan TPS, kalau sudah ada akan segera kita eksekusi di titik-titik yang ramai pemukiman,” sebutnya.

Selian kekurangan TPS, ia juga mengaku DLH minim armada pengangkut sampah. Di mana saat ini pihaknya hanya memiliki 9 armada truk yang bertugas mengakut sampah di 13 rute yang ada di Nunukan.

“Armada kita kurang, saat ini volume sampah bertambah, sedangkan 1 regu kita yang bertugas itu hanya bekerja 4 jam dalam sehari dalam satu rute. Tapi kadang sampah yang diangkut sudah penuh di truk tapi di TPS masih banyak yang belum di angkut, sedangkan pekerja kita hanya bekerja 4 jam saja dalam sehari. Makanya kadang masih banyak sampah yang terpaksa harus diangkut besok harinya lagi karena sudah melebihi jam kerja mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Puskesmas Krayan Tengah Dibangun Tahun Ini

Selama ini, lanjutnya, para pekerja hanya bekerja selama 4 jam. Jika di atas 4 jam, maka para pekerja akan masuk dalam hitungan lembur. Sedangkan, pihaknya mengaku tidak memiliki anggaran untuk membayar upah lembur bagi pekerjanya.

“Makanya itulah yang biasa kita masyarakat katakan sampah tidak diangkut-angkut, sebenarnya mereka kerja tapi karena sangking banyaknya sampah itu, sampai melebihi jam kerja mereka, sampah di Nunukan saat ini naik 20 persen dari sebelumnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Dilanda Banjir Bandang, Jalan dan Jembatan di Krayan Amblas Lagi  

Ia juga menyampaikan, sampah 17 ton yang tiap hari diangkut tersebut baru hanya bersumber dari sampah rumah tangga, belum termasuk dengan sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat pesisir laut.

“Makanya saat ini baru 70 persen yang kita kelola, 30 persennya yang belum itu sampah-sampah yang ada dilaut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Nicky Saputra 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2591 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *