benuanta.co.id, NUNUKAN – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Krayan Selatan kian mengkhawatirkan. Bahkan, harga eceran per liternya kini mencapai Rp 50 ribu.
Kondisi ini terjadi sebab akses jalan utama yang biasanya digunakan untuk mendistribusikan BBM dari Krayan Induk ke Krayan Selatan saat ini terputus, lantaran kondisi jalan tanah yang kian rusak akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli menuturkan kondisi jalan yang rusak parah ini berimbas pada ketersediaan BBM.
“BBM di Krayan Selatan sudah seminggu ini kosong, tidak ada masuk,” kata Oktavianus kepada benuanta.co.id, Senin (28/8/2023).
Diungkapkannya, pasokan BBM yang kosong di APMS yang ada di Krayan Selatan terjadi bukan karena tidak ada pasokan dari Krayan Induk, namun BBM ini tak bisa didistribusikan lantaran kondisi jalan penghubung sudah rusak parah. Padahal, jika kondisi jalan tidak rusak, bisanya seminggu sekali pasokan BBM masuk ke APMS yang ada di Krayan Selatan.
Meski masih ada stok BBM di sejumlah kios-kios milik warga yang ada di sana, namun harganya sudah naik tiga kali lipat dari harga biasanya. Dibeberkannya, jika biasanya harga BBM eceran berkisar Rp 20 ribu per liternya, kini sudah mencapai Rp 50 ribu.
“Harga ecerannya sekarang Rp 50 ribu, kalau kebutuhan mendesak dan memang dibutuhkan, mau tidak mau pasti akan dibeli walaupun harganya sangat mahal, beginilah kondisi kita di sini memprihatinkan,” ucapnya.
Bahkan, beberapa hari yang lalu, 13 Desa yang ada di Krayan Selatan harus gelap gulita lantaran pasokan BBM untuk mesin PLN habis.
“Untungnya pihak PLN sudah mendatangkan BBM, itu pun harus berusaha payah dengan kondisi jalan yang rusak begini, stok ini juga hanya untuk beberapa waktu ke depan,” ungkapnya.
Oktavianus juga mengungkapkan, jika biasanya waktu tempuh dari Krayan Induk menuju Krayan Selatan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit, namun kini membutuhkan waktu 2 hari 2 malam untuk tiba di Krayan Selatan.
Tak hanya itu, untuk biaya kendaraan roda empat dari Krayan Induk ataupun dari Krayan Barat menuju Krayan Selatan kini sudah mencapai Rp 4 juta hingga Rp 7 juta. Padahal, sebelumnya hanya berkisar Rp 2,5 juta saja.
“Semuanya serba naik, mobil yang disewa untuk mengangkut penumpang ataupun barang dari Krayan Induk ke sini itu sudah sampai Rp 7 juta, itu pun kalau ada mobil yang berani mau lewat, makanya sekarang ini harga BBM harga Sembako ikut naik semuanya, karena ongkos jalannya juga mahal,” jelasnya.
Oktavianus menyatakan, saat ini masyarakat Krayan Selatan terancam terisolir dengan kondisi jalan yang kian rusak parah.
“Di sini hujan terus, jalanan pun makin rusak parah, sudah tidak tauh lagi kami harus mengadu ke siapa lagi, tidak ada yang memperhatikan kondisi kami, padahal kami di sini hanya minta jalanan ini saja di perbaiki,” tandasnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







