Cerita Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Kabupaten Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) tak lepas dari peranan pasukan pengibar bendera dan yang menjadi bahan perhatian salah satunya adalah pembawa baki.

Dua orang paskibraka yang sudah ditunjuk langsung pelatih untuk pembawa baki pada upacara kenaikan bendera dan penurunan bendera pada sore hari yakni Putri Maharani dan Zyahwa Ramadhani di Kabupaten Nunukan.

Putri Maharani merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nunukan Selatan, yang dipercaya membawa baki pada pagi hari mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya karena terpilih menjadi petugas inti dari upacara kemerdekaan. Dia menyebutkan, pemilihannya sebagai pembawa baki didasari oleh kemampuannya baris berbaris dan penilaian selama karantina.

Baca Juga :  Dinkes Nunukan Imbau Warga Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Isu Super Flu

“Saya tidak nyangka menjadi pembawa baki bendera merah putih, tiba-tiba di tunjuk sama pelatih, saya merasa senang dan bahagia, karena salah satu impian,” kata Putri Maharani, kepada benuanta.co.id, Kamis 17 Agustus 2023.

Waktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah berkeinginan menjadi bagian dari paskibraka. “Masuk di Paskibraka harus melewati beberapa tahapan seleksi tidak begitu saja asal masuk”, jelasnya.

Kemerdekaan bagi Putri Maharani adalah suatu negara yang berhasil memperjuangkan bangsa Indonesia, dan dia berharap ke depannya lebih baik lagi menjadi kota atau negara yang dapat dibanggakan.

Sementara itu, Zyahwa Ramadhani, merupakan siswa Sekolah Madrasah Al Ikhlas Nunukan, pembawa Baki bendera merah putih pada sore hari, merupakan yang kedua kalinya mewakili sekolahnya.

Baca Juga :  Resmikan SPPG Yayasan Aztrada Garuda Jaya Sebatik, BGN RI: Sesuai Juknis dan SOP

Zyahwa merasa senang campur aduk dan dia juga terharu karena dipercaya membawa baki bendera merah putih yang diinginkan banyak orang seusianya.

“Saya terpilih termasuk satu kebanggaan, dan juga bisa memenangkan kedua orang tua saya, bahkan membawa nama baik sekolah saya,” kata Zyahwa.

Zyahwa terharu karena orang tua saya baru tahu kalau dia pembawa baki bendera merah putih. Ia sengaja tidak memberitahukan ke orang tuanya karena untuk kejutan.

“Saya pengen buktikan juga untuk sekolah-sekolah bahkan di sekolah saya sendiri kalau saya bisa, dan berada di posisi pembawa baki,” jelasnya.

Baca Juga :  Bisa Turunkan Resiko Penyakit Jantung, PMI Nunukan Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah

Sebelum masuk menjadi seorang paskibraka Zyahwa sudah melatih diri secara terus menerus sehingga memiliki dasar (basic) PBB. Menjadi anggota paskibraka harus butuh imunitas yang stabil dan kesehatan kesehatan.

Zyahwa dengan tinggi badan 162 cm, dengan berat badan 50 kilogram.

“Karena kita wilayah perbatasan semoga bisa terus mempertahankan wilayah negara kita, bagi pemuda-pemudi yang ada di perbatasan kalian harus tetap jadi pemuda yang berguna buat bangsa kita sendiri, dan anak-anaknya seperti saya, dan lainnya bisa jadi orang yang berguna buat negara maupun orang-orang di sekitarnya,” harapnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *