Alat Berat Mulai Disiapkan untuk Pengerjaan Sungai Buaya dan Selor

benuanta.co.id, Tanjung Selor – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kalimantan Utara (Kaltara) mengucurkan Rp 6,3 miliar untuk pengadaan alat berat guna membersihan eceng gondok dan pengerukan Sungai Selor dan Sungai Buaya.

Kepala Bidang SDA PUPR-Perkim Kaltara, Denny Yusdianto membenarkan hal tersebut dan menyebut alat berat untuk normalisasi Sungai Selor dan Sungai Buaya telah tiba di Tanjung Selor.

“Pelaksanaan normalisasi Sungai Selor dan Sungai Buaya pihaknya akan bersamaan dengan Korem 092/Maharajalila. Jadi, kita posisinya saat ini menunggu mobilisasi dari Korem. Sebab mereka juga memiliki alat berat. Nanti, kita lakukan bersamaan,” katanya Kamis (3/8).

Lebih lanjut, pihaknya juga masih menunggu proses Amdal. Mengingat, terdapat aturan teknis yang harus  dijalankan sebelum benar-benar melakukan pengerjaan dua sungai tersebut.

“Saat ini, proses perizinan lingkungan dari DLH Kabupaten sudah masuk sidang kedua amdal. Lalu, Program Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) juga telah di PTSP Bulungan,” ungkapnya, pada benuanta.co.id.

Disebutkannya, pihaknya juga mengikuti aturan proses perizinan lingkungan. Ketika semua telah siap semua sudah bisa dilaksanakan.

“Dalam waktu dekat, yakni pertengahan Agustus pengerjaan akan dilakukan,” terangnya.

Kemudian, Denny juga menyebutkan tahapan proses pengadaan alat berat yang cukup besar yang akan membersihkan ruas sungai yang ditutupi eceng gondok tersebut.

“Kita tidak tender anggaran, sebab e- Katalog itu sudah diatur oleh distributor dan LKPP dengan harga  Rp 6,3 M. Semuanya langsung dari Pemerintah mulai dari harga, ini tidak kita beli di luar tapi E- Katalog,” sebutnya.

Lebih lanjut, mulai pengerjaan normalisasi sungai tersebut akan terbagi menjadi dua. PUPR –Perkim mulai dari Meranti hingga Intake Sungai Buaya, sedangkan Korem dari Kampung Arab hingga Meranti. Lalu, berkaitan dengan bangunan yang ada di wilayah sungai, pihaknya telah melakukan sosialisasi.

“Kita sudah melakukan sosialisasi, masyarakat  sangat mendukung. Alhamdulilah, kami sampai dengan detik ini selalu didukung, baik tanah yang kami jadi  workshop sementara itu hanya cuma-cuma,” jelasnya.

Sebagai informasi, akan ada dua posko. Dirinya memastikan, akhir tahun tuntas pembersihan eceng gondok. Namun, lebih berfokus kepada volume sungai.

“Kalau totalitas semua akan di bersihkan,  saya rasa belum bisa tahun ini, karena mulai nya di Agustus. Beda kalau awal tahun tadi. Mungkin keliatan, tapi kita usahakan membuka, membersihkan volume supaya aliran air masuk,” tutupnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *