12 Unit Rumah Hangus Terbakar di 2 Gang Daerah Berau

benuanta.co.id, BERAU – Kebakaran rumah padat penduduk kembali terjadi di Berau, tepatnya di Jalan Mulawarman yang berpusat dari Gang Rumbia. Api hingga merambat ke Gang Ruhui Rahayu

Ketua RT 07 Kelurahan Bugis, Ramlan mengatakan, kejadian sekira pukul 13.00 Wita. Besarnya api dan kencangnya hembusan angin, membuat api berputar-putar di 2 lokasi.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id untuk TKP pertama, terjadi di Gang Rumbia, setelah menghanguskan empat bangunan di lokasi tersebut, api berpindah ke bagian belakang yakni Gang Ruhui Rahayu. Di lokasi tersebut, api menghanguskan delapan bangunan.

“Total ada 12 rumah yang terbakar,” ungkapnya, Sabtu (5/8/2023).

Baca Juga :  Jembatan Bailey ke Tanjung Batu Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Ramlan mengatakan besarnya api, sulit untuk dikendalikan dan dipadamkan oleh warga dan tim PMK sehingga banyak rumah ludes terbakar.

“Beruntung dalam musibah ini, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Namun kata dia, kerugian material, ditaksir mencapai miliaran rupiah ditambah, ada beberapa anak sekolah, yang seluruh buku dan baju sekolahnya terbakar.

“Iya, rata-rata pada salat jumat. Jadi tidak bisa menyelamatkan harta bendanya,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Bugis, Muhammad Hidayat menambahkan, untuk sementara pihaknya membangun posko untuk menampung korban kebakaran di depan rumah camat di Jalan Jendral Sudirman.

Baca Juga :  Sri Juniarsih Masih Enggan Bocorkan Nama Wakilnya di Pilkada Berau

“Bagi warga yang ingin memberikan bantuan, bisa langsung datang ke posko tersebut,” bebernya.

Ia menambahkan, posko ini juga akan dibangun dapur umum, guna memudahkan warga untuk memasak.

“Bantuan yang dibutuhkan yakni pakaian layak pakai, makanan cepat saji, dan selimut.
Ini bantuan yang paling dibutuhkan untuk sementara,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin menambahkan yang juga berada di lokasi kebakaran mengatakan, pihaknya menurunkan delapan unit damkar, untuk memadamkan si jago merah.

“Akses jalannya sempit. Dan petugas sebagian tadi juga ibadah, dan yang piket hanya enam orang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Atasi Masalah Air Biduk-Biduk, Sumur Belanda Diharapkan Jadi Solusi

Selain itu, kata dia, tidak adanya hidran menyulitkan petugas, sehingga penembakan air terpaksa dilakukan dari jauh yakni dari alan Panglima Batur. Dan dilakukan dari luar gang.

“Ramainya masyarakat juga sedikit menyulitkan petugas pemadam kebakaran. Butuh waktu 2 jam untuk memadamkan si jago merah. Dan satu jam untuk pendinginan lokasi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2519 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *