Dinkes Kaltara: Fenomena Sugar Rush Masih Kontroversi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Gula menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama pada anak-anak yang sering mengonsumsi makanan manis yang mengandung gula cukup tinggi, seperti permen.

Namun mengonsumsi gula secara berlebihan bisa menjadi sebuah fenomena yakni Sugar Rush. Dimana terjadi peningkatan energi dan juga kebahagian secara sementara akibat dari mengonsumsi gula secara berlebihan. Namun kebiasaan ini menjadi dampak negatif di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Usman mengatakan, fenomena sugar rush sebenarnya masih menjadi kontroversi. Pasalnya, jika dilihat dari penelitian yang dibuat dalam jurnal internasional itu menyatakan bahwa sugar rush tidak ada hubungannya dengan gerakan hiperaktif seorang anak.

“Perlu kita ketahui bersama, istilah sugar rush belum juga familir dikalangan masyarakat kaltara, tetapi secara program di Kaltara. Upaya-upaya untuk pencegahan kita ada namanya program penyakit tidak menular. Kita juga ada yang namanya program pengecekan gula darah dan juga ada edukasi pada masyarakat terkait dengan gizi seimbang,” ucapnya, Rabu (2/8/2023).

“Jadi kita sebenarnya ada program terkait itu, jadi istilah sugar rush ini belum awam di Kaltara, secara laporan di Kaltara sendiri belum ada laporan mengenai sugar rush. Walapun sesuai dengan kenyataan di lapangan ada masyarakat mungkin ada anaknya yang hiperaktif. Cuma kalau dihubungan dengan konsumsi gula yang berlebihan itu belum kita ketahui,” ucapnya lagi.

Lanjut kata Usman, kemungkinan nanti akan ada ahli yang menyampakan antara sugar rush dan hiperaktif anak. Dia mengakaui femenona sugar rush ini sebetulnya sudah cukup lama terjadi luar negeri. Bahkan di Indonesia sendiri sudah mulai terdengar istilah sugar rush.

“Namun di beberapa penelitian di bidang kesehatan khususnya di bidang gizi belum ada yang menghubungkan konsumsi gula yang berlebihan dengan kondisi yang bisa menyebabkan hiperaktif pada anak,” jelasnya.

Lanjut Usman, di beberapa jurnal hal tersebut belum bisa disimpulkan dengan sugar rush. Bahkan dia mengakui mengkonsumsi gula berlebihan tidak baik. Baik dampaknya saat ini maupun dampak ke depan.

Konsumsi gula berlebihan biasanya dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti Diabetes mellitus. Dan dalam era 10 tahun ini penyakit diabetes mellitus pada anak meningkat sekitar 700 persen. Yang mana hal ini harus diwaspadai karena akan menyebar pada penyakit yang lain, termasuk hipertensi dan jantung coroner.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2651 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *