Bulog: Program Bantuan Beras Tekan Kenaikan Harga jadi 0,4 Persen

Jakarta – Perum Bulog menyatakan, program bantuan pangan beras kepada 21,35 juta keluarga penerima manfaat berhasil menekan laju rata-rata kenaikan harga beras di pasar umum menjadi 0,4 persen yang berdampak pada terkendalinya inflasi beras dan inflasi nasional.

“Kalau dibandingkan dengan kenaikan harga antarbulan, selama 4 bulan kami menjalankan bantuan pangan itu paling rendah dibandingkan periode 4 bulan sebelumnya. Ini salah satu dampak bahwa memang terhadap harga, bantuan pangan cukup terlihat,” kata Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandri pada Webinar Pataka 79 yang disaksikan secara daring di Jakarta, Rabu.

Mengutip data BPS, Bulog mencatat rata-rata perubahan harga berasa eceran pada periode Juli-Oktober 2022 sebesar 1,12 persen. Lalu pada empat bulan berikutnya yakni November dan Desember 2022 hingga Januari dan Maret 2023 terdapat rata-rata perubahan sebesar 1,67 persen.

Baca Juga :  Sampaikan soal Food Estate, Menhan Prabowo Respon Positif Masukan Ketua HIPMI Kaltara 

Pada Maret-Juli yang merupakan periode penyaluran bantuan pangan beras, meski harga beras eceran mengalami sedikit kenaikan dibandingkan 2022, terdapat kestabilan harga yang turut mengendalikan inflasi. Pada periode tersebut rata-rata perubahan harga beras turun menjadi 0,4 persen.

Dampak lain dari bantuan pangan di antaranya adalah terciptanya sarana hilirisasi produksi beras dalam negeri, menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan petani, meningkatkan produksi petani serta mendukung penyerapan gabah beras petani dalam negeri untuk CBP.

“Pada saat kami bertemu dengan penerima manfaat, uang senilai harga beras bisa digunakan untuk membeli lauk, dipakai untuk membayar uang sekolah anak, ke dokter gigi dan banyak lagi. Ada dampak-dampak yang penerima manfaat bisa langsung rasakan karena mereka bisa saving seharga 10 kilogram beras,” ucap Epi.

Baca Juga :  Antrean BBM di Berau Mengular, Pertamina Beri Dua Pilihan

Epi menuturkan bahwa realisasi penyaluran pangan tahap pertama yang dimulai pada akhir Maret lalu telah mencapai 640.590 ton atau sebesar 100 persen dari pagu total.

Meski terdapat sejumlah kendala penyaluran seperti kondisi geografis, ketidaktepatan jadwal moda transportasi, dan tidak ditemukannya penerima bantuan, pemerintah sepakat untuk memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Oktober-Desember 2023.

“Untuk tahap berikutnya sama dengan lokasi tahap satu. Untuk persiapan lebih baik kami menyusun timeline, bagaimana kami menyebarkan stok, menyebarkan kemasan, melakukan lelang transporter. Kami yakin pada 1 Oktober bisa dimulai,” tuturnya.

Baca Juga :  Melalui Batik Lokal, Kelompok Disabilitas Bisa Mandiri

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi telah menugaskan Perum Bulog untuk mempersiapkan penyaluran bantuan pangan beras melalui surat nomor 171/TS.03.03/ K/7/2023 tanggal 21 Juli 2023 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pagan Pemerintah dalam rangka Bantuan Pangan Beras.

Sama dengan periode pertama, masing-masing keluarga penerima manfaat akan mendapat 10 kilogram beras selama 3 bulan dengan total 30 kilogram. Penyaluran bantuan beras tersebut diharapkan dapat menjadi bantalan sosial bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjaga daya beli dan upaya pengendalian inflasi pangan pada momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

 

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *