Bangunan Liar Kian Marak, Pemkab Nunukan Bentuk Tim Khusus

benuanta.co.id, NUNUKAN – Maraknya bangunan liar di sepanjang coastal road, Jalan Lingkar Nunukan, sejumlah bangunan baru didapati berdiri di sepanjang pesisir.

Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban (Trantibum) Satpol PP Nunukan, Edi mengatakan bangun yang didirikan tersebut bisa merusak ekosistem mangrove.

“Jalan Lingkar ini merupakan milik Pemerintah Provinsi Kaltara, begitu juga dengan wilayah pesisir, sekarang itu bukan kewenangan kita lagi, semuanya sudah jadi kewenangan provinsi,” kata Edi kepada benuanta.co.id, Selasa (1/8/2023).

Baca Juga :  Warga Labang Geram Proyek BTS Bakti Tidak Berfungsi, Begini Tanggapan Diskominfo Nunukan

Edi mengatakan, lantaran tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban, pihaknya hanya bisa memberikan himbauan kepada pemilik bangun liar sehingga memiliki kesadaran sendiri untuk membongkar sendiri bangun tersebut.

Namun, ia menyampaikan jika pemerintah daerah Kabupaten Nunukan tidak akan tinggal diam dengan sejumlah bangunan liar yang kian marak tersebut, bahkan adanya aktivitas di sekitar daerah pesisir bisa merusak mangrove.

“Rencananya dalam waktu dekat kita akan segera membentuk tim khusus untuk persoalan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mantan Kepala KPLP Lapas Nunukan Didakwa Lakukan Penganiayaan 

Sejatinya, untuk pelaku yang merusak mangrove dapat dijerat hukum, sebagaimana Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007. Bahkan, dapat diancam penjara minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun, dan denda maksimal Rp 2 Miliar.

Bahkan, Edi membeberkan berdasarkan data oleh pihaknya, ada sekitar 191 bangunan liar yang ada di sepanjang jalan lingkar, mulai dari arah pelabuhan Tunon Taka Nunukan, hingga ke kelurahan Mansapa.

Ia juga mengaku, bahwasanya pihaknya sedikit dilema dengan persoalan ini, sebab Satpol PP Nunukan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan berupa pembubaran lantaran kewenangan sepenuhnya ada di Provinsi Kaltara.

Baca Juga :  Curi Emas dan Uang, Ibu Rumah Tangga Asal Sebatik Masuk Bui

Sehingga, ia berharap dengan adanya Tim khusus yang akan dibentuk, nantinya dapat menjawab solusi untuk persoalan ini.

“Kalau kita disini hanya memetakan dan mencatat jumlah bangunan liar yang layak untuk di ditertibkan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *