benuanta.co.id, NUNUKAN – Tingkatan Pendapat Asli Daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Utara (Kaltara) wilayah kerja Nunukan kembali melaksanakan hunting terhadap sejumlah kendaraan yang tak bayar pajak di Alun-alun Nunukan pada Rabu, 26 Juli 2023.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bapenda Nunukan, Samsul mengatakan hunting yang dilakukan hanya dilakukan di satu titik yakni di Alun-alun Nunukan, dengan sasaran terhadap sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintas.
“Sama seperti hunting yang biasa kita lakukan pada bulan-bulan sebelumnya, jadi hanya kendaraan yang lewat yang kita lihat secara kasat mata sudah mati pajak maka akan langsung kita berhentikan,” kata Samsul kepada benuanta.co.id, Rabu (26/7/2023).
Untuk kendaraan yang terjaring hunting mati pajak, ia mengatakan tidak ditahan akan tetapi diberikan surat pembayaran pajak, sedangkan untuk kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan kendaraan akan diserahkan ke Satlantas untuk ditindak.
“Untuk data hari ini belum kita rekap karena masih hunting di jalan, kalau untuk data Senin kemarin (25/7) untuk kendaraan roda dua yang terjaring sebanyak 33 unit, untuk roda empat itu ada 1 unit jadi total ada 34 unit,” ungkapnya.
Samsul membeberkan, untuk data realisasi pajak per (25/7), pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp. 7.229.735.400, atau 47 persen sudah terealisasi dari target penerimaan sebesar Rp. 15,5 miliar.
Lalu, untuk Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang telah terealisasi sebanyak 65 persen, atau senilai Rp 14.984.562.000, dari target Rp 23 miliar.
“Kalau untuk target AP (air permukaan), itu target kita ada Rp 1 miliar tapi yang baru terealisasi baru 48 persen, atau sekitar Rp 487.900.000, insyaallah targetnya bisa terealisasi,” bebernya.
Samsul menyatakan, bahwa semenjak rutin dilaksanakan hunting pajak kendaraan, menurutnya sejumlah masyarakat di Kabupaten Nunukan perlahan-lahan mulai memiliki kesadaran untuk melakukan pembayaran pajak sendiri.
“Makanya kita juga rutin lakukan hunting dua hari sekali setiap bulan, jadi kita berharap masyarakat lebih memiliki kesadaran sendiri membayar pajak, karena pajak ini untuk pembangunan daerah juga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Yogi Wibawa







