KPPN Nunukan Bikin Pelatihan Peningkatan UMKM di Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 40 orang pelaku usaha di Kabupaten Nunukan mengikuti pelatihan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Nunukan, pada Rabu, 26 Juli 2023.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Utara, Sakop mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk peran nyata dari Perwakilan Kementerian Keuangan Kalimantan Utara, dalam pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu di Kabupaten Nunukan.

“Pemberdayaan UMKM Kemenkeu satu di Nunukan ini meliputi pelatihan UMKM, Festival KUR/UMi dan Bazar UMKM, kegiatan ini hanya satu hari mulai pagi hingga dengan sore hari,” kata Sakop.

Lanjut dia, kegiatan ini selain pelatihan juga digelar festival KUR/Umi. KUR atau Kredit Usaha Rakyat dan Umi atau Pembiayaan Ultra mikro merupakan bentuk dukungan pemerintah bagi UMKM yang membutuhkan pinjaman modal. Bunga pinjaman KUR cukup rendah karena ada subsidi bunga yang diberikan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Terumbu Karang di Kaltara Dinilai Potensial

Sedangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan atau permodalan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga perbankan. Program KUR dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.

Pembiayaan Umi merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada pelaku Usaha ultra mikro, yang berada di lapisan terbawah, dan belum bisa difasilitasi perbankan (tidak bankable). Umi ini dikelola oleh BLU PIP (pusa inestasi pemerintah) dan di salurkan oleh Lembaga bukan bank seperti pegadaian, PNM mekaar dan koperasi tertentu yang ditunjuk.

Adapun realisasi penyaluran pembiayaan KUR dan Umi di Kalimantan Utara per 30 Juni 2023 adalah Penyaluran KUR mencapai Rp 340,95 miliar, kepada 5.127 debitur yang telah disalurkan perbankan di Kaltara seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN dan BPD Kaltimtara. Sedangkan Penyaluran Pembiayaan UMi mencapai Rp2,68 miliar kepada 686 debitur yang telah disalurkan oleh Pegadaian dan PNM Mekaar.

Baca Juga :  Sukses Bentuk DRPPA di Kaltara, DPPPA Raih Penilaian Sempurna dari Kementrian

Selanjutnya ada Bazar UMKM, sebagai bentuk dukungan dalam pemasaran produk yang dihasilkan oleh UMKM. Strategi pemasaran melalui bazar cukup efektif dan sangat membantu para pelaku UMKM untuk mengenalkan produk serta meningkatkan penjualan.

Kata Sakop, tujuan kegiatan pemberdayaan UMKM di Nunukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, memfasilitasi pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Kaltara khususnya Kabupaten Nunukan.

“Kita juga meningkatkan pemasaran produk UMKM melalui berbagai chanel seperti bazar, kedai lelang dan ekspor,” jelasnya

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Harap Dukungan Swasta untuk Pengembangan Produk TTG

Kesuksesan pemberdayaan UMKM di Kaltara termasuk Nunukan salah satu kuncinya adalah adanya sinergi dan kolaborasi bersama seluruh pihak-pihak yang terkait. Baik itu dari Kementerian KUKM, Kementerian Keuangan, pihak penyalur KUR/UMi, pemerintah daerah dan pelaku UMKM.

Ke depannya, produk dari para pelaku UMKM di Nunukan bisa menjadi produk unggulan, terutama produk-produk lokal, sehingga bangga dengan buatan lokal, baik dari keamanan pangannya, segi legalitas, kemudian kemasan dan pemasarannya. Selain itu, pelaku UMKM kemudahan akses mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian regional dan kesejahteraan masyarakat Kaltara khususnya Nunukan.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2638 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *