benuanta.co.id, TARAKAN – Warga di Perumahan Viola, Kelurahan Juata Permai sempat dihebohkan dengan penemuan diduga janin yang dikuburkan oleh salah seorang warga pada Sabtu, 15 Juli 2023 malam.
Penemuan diduga janin ini pun dengan cepat menyebar di kalangan warga melalui WhatsApp Grup (WAG). Beberapa foto dan video singkat itu cukup memancing warga, dan mencari tahu siapa orangtua dari diduga janin itu.
benuanta.co.id coba menelusuri daerah tersebut. Terlihat garis polisi yang melingkari area yang dipenuhi pepohonan dan rumput kering. Terlihat sebuah galian sedalam setengah meter yang bersampingan dengan tumpukan plastik.
Seorang warga Perumahan Viola, RT 01, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, berinisial HN menjelaskan kejadian itu terjadi pada Sabtu (15/7/2023) pukul 19.45 WITA.
Kala itu ia melihat seorang pria tak dikenali menggunakan sepeda motor singgah di area pepohonan yang masih berada di kawasan Perumahan Viola. Diketahui pria tersebut membawa plastik dan sempat berlama-lama di lokasi kejadian di tengah rintik hujan.
“Saya suruh istri tetangga agar suaminya memantau pria tersebut, setelah orang itu pulang barulah warga meninjau lokasi tersebut,” ucap rambo pada Minggu (16/7/2023) saat sedang menggali tanah.
Saat di lokasi kejadian, masyarakat yang penasaran memberanikan diri untuk menggali benda yang mencurigakan tersebut. Hasilnya, ditemukan dua plastik hitam dan sebuah toples.
Di dalam toples itu isinnya seperti daging. Lantaran HN tidak tahan melihat daging tersebut, ia segera meninggalkan lokasi kejadian yang kini telah diberi garis polisi.
“Usai mendapati hasil, warga segera menghubungi Bhabinkamtibmas,” bebernya.
Secara terpisah, Kapolsek Tarakan Utara Iptu Triyono menerangkan, masyarakat menduga jika isi toples tersebut merupakan janin karena berbentuk daging yang berdarah.
“Usai menerima laporan dari bhabinkamtibmas, Polsek Tarakan Utara datang ke lokasi kejadian pada pukul 21.00 WITA lalu menghubungi Tim Inafis Polres Tarakan,” ungkapnya pada Minggu (16/7/2023) pada pukul 15.28 WITA melalui via telpon seluler.
Tim Inafis Polres Tarakan melakukan olah TKP lalu membawa benda yang diduga janin tersebut ke RSUD Dr Jusuf SK untuk dilakukan pemeriksaan.
“Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, ternyata barang mencurigakan adalah ari-ari, bukan janin,” terangnya.
Triyono mengungkapkan, seharusnya ari-ari tersebut ditanam di lingkungan sekitar, bukan di area perumahan masyarakat agar tidak menuai kecurigaan. (*)
Reporter: Okta Balang
Editor: Nicky Saputra







