Menelusuri Jalur Masuk Dugaan Sapi Ilegal di Sungai Pamusian

DUGAAN masuknya puluhan ekor sapi illegal melalui jalur tikus di sungai pamusian bukan sekedar isapan jempol belaka. Dugaan tersebut diperkuat dari sejumlah keterangan warga, serta ditemukannya beberapa jejak-jejak sapi di wilayah tersebut.

benuanta.co.id melakukan penelusuran pada Jumat ( 14/7/2023) pukul 07.00 WITA di belakang Pasar Tenguyun, tepatnya di kawasan konservasi mangrove dan kepiting Boom Panjang, Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah.

Dari kejauhan terdengar deru mesin dari seberang sungai. Saat berada di ujung jalan hanya tampak aktivitas excavator sedang mengangkut sejumlah kayu gelondongan. Pagi itu kondisi air sedang surut, hanya terlihat beberapa kapal kayu milik nelayan yang tertambat begitu saja, di arah hilir sungai terlihat sebuah kapal penarik kayu yang sedang beristirahat dengan dikelilingi sejumlah kayu yang masih terendam di air.

Saat air pasang, dipastikan ketinggian air di ujung jalan tersebut setinggi kepala orang dewasa, hal tersebut dibuktikan dengan bekas tanda air di sejumlah siring yang masih melekat.

Baca Juga :  PKB Mulai Siapkan Strategi Pilkada 2031, Herman Siap Bertarung

Berita terkait :

Saat menenelusuri sepanjang jalan, benuanta.co.id menemukan sejumlah kotoran sapi yang masih lembab di sepanjang jalan dengan strtuktur tanah berpasir.

Selain itu juga ditemukan rumput kering bekas rebahan sapi. Padahal, di lokasi tersebut terdapat plang milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bertuliskan larangan menempati, memanfaatkan, menyewakan tanpa izin tertulis dengan jelas.

Benuanta.co.id mewawancarai seorang warga yang enggan disiarkan namanya. Sebut saja Alpa (Bukan nama sebenarnya) kala itu sedang mencari rumput. Ia membenarkan adanya sejumlah sapi masuk melalui lokasi tersebut. Dalam pengakuanya, ia melihat tiga ekor sapi dengan mata bendul berwarna putih. Diketahui kondisi sapi tersebut kecil dan berbadan kurus dengan warna cokelat gelap.

‘’Saya heran, saat sore di ujung jalan itu tidak ada sapi. Paginya malah ada sapi. selama saya di sini baru kali ini ada melihat sapi di lokasi ini,’’ ucap Alpa sambil memegang arit.

Baca Juga :  Marak Tambang Ilegal, Kewenangan Dinas ESDM Kaltara Sebatas Perizinan dan Pembinaan Administratif

Warga lainnya, berinisial AN, kala itu sedang bercengkrama di siring Sungai Pamusian bersama temannya. Ia menceritakan jika sejumlah sapi asal Sulawesi diturunkan dan diikat pada pohon di lokasi tersebut. Ia berujar jika sejumlah sapi tersebut turun sesudah Hari Raya Idul Adha dan bertahan di lokasi tersebut berkisar 14 hari lamanya. Dalam keteranganya, sapi tersebut diangkut tepat di TPA Pasar Tengguyun menggunakan mobil pickup berwarna putih.

‘’Sapi itu mondar-mandir dibiarkan begitu saja. Jangankan sapi, banyak kapal mondar-mandir lewat tempat ini dengan memuat kayu, barang-barang dari luar yang diturunkan di tempat ini. Ya lokasi ini aman, tidak ada yang mengawas. Saya orang kecil, saya tidak berani menegur,’’ beber Bravo, pria yang bertelanjang dada kala itu.

Begitu juga dengan warga setempat yang dijumpai benuanta.co.id, berinsisial C yang merupakan seorang pekerja tambak yang saat itu kebetulan sedang beristirahat. Ia mengakui orang yang mengurus sapi tidak pernah bertegur sapa dengannya. Lebih dalam C menjelaskan jika ujung jalan tersebut sering terjadi aktivitas bongar muat barang, namun ia tidak mengetahui jenis barang yang masuk di tempat tersebut.

Baca Juga :  Deteksi Dini Kunci Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS

‘’Ngomong numpang lewat atau permisi tidak ada. Selama ini tidak ada orang yang menaruh sapinya di tempat ini, biar pun ada warga yang ingin beraktivitas di tempat ini selalu menyapa. Saya heran, usai turun berkerja selalu melihat sekumpulan sapi berkumpul di ujung jalan. Tapi sapinya kurus seperti kurang makan, tulang diperutnya kelihatan,’’ tutur pria berambut panjang.

Mengenai hal ini, benuanta.co.id melakukan konfirmasi melalui pesan singkat kepada Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Ahmad Mansuri Alfian yang mengatakan jika pihaknya akan menelusuri informasi yang telah ia terima.

‘’Nanti kami telesuri lagi informasinya,’’ singkatnya. (*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Nicky Saputra 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *