Satu Jemaah Haji asal Kaltara Wafat di Arab Saudi, Ini Penyakit yang Diderita

Kakanwil Kemenag Kaltara, H. Saifi menyatakan duka yang mendalam. Kabar duka ini, menyusul informasi sebelumnya dari Humas Kanwil Kemenag Kaltara yang mengabarkan dua jamaah haji tidak bisa dipulangkan karena sakit. Satu di antaranya telah meninggal dunia.

“Salah satu dari jamaah kita yang berasal dari Kota Tarakan telah wafat dan sekarang posisinya berada di Jeddah dan dikebumikan di Jeddah. Karena itu, kami atas nama Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, juga ketua PPIH Kalimantan Utara ikut berbelasungkawa menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhumah,” ujar Saifi, usai menerima kepulangan jamaah haji kloter 4, di asrama haji Balikpapan, Rabu (12/7/2023) malam.

Baca Juga :  PKB Mulai Siapkan Strategi Pilkada 2031, Herman Siap Bertarung

Ia mengirimkan doa, agar almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, dan amal kebaikan dibalas dengan pahala. Sekaligus ia mendoakan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan keikhlasan.

“Semoga beliau ini diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan mereka yang sudah berhaji dan kemudian hajinya mabrur, ‘dia tidak ada balasan kecuali surga’. Mudah-mudahan beliau ini termasuk orang yang juga dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya karena telah usai melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.

Kakanwil meyakini, almarhumah wafat dengan kondisi yang baik karena di tempat yang berkah, dan dalam perjalanan ibadah haji. Meski begitu, ujian ini ia harap dapat diterima oleh pihak keluarga. Bahwa almarhumah ditakdirkan wafat sebagai tamu Allah.

“Kita semua juga bisa turut mendoakan almarhumah ini, oleh Allah SWT diberikan tempat yang mulia disisi-Nya,” sambung Saifi.

Baca Juga :  Deteksi Dini Kunci Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS

Lebih lanjut terkait pengurusan jenazah, Kakanwil telah meminta kepada petugas haji hingga jajaran Kemenag untuk terus berkoordinasi dengan petugas yang ada di Arab Saudi. Termasuk juga berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ditinggalkan, agar terus memberikan informasi terkini pengurusan jenazah.

“Pengurusan jenazahnya, karena meninggalnya itu di Jeddah, maka seluruh kegiatan mulai dari memandikan, salatkan, pemakamannya, dilaksanakan oleh panitia penyelenggara ibadah haji yang ada di Kota Jeddah. Oleh keluarga, menyerahkan semuanya karena telah diurus oleh panitia penyelenggara ibadah haji yang ada di Jeddah,” jelasnya.

Sementara itu, Kakankemenag Kota Tarakan, H. Iramsyah Noor, menambahkan, almarhumah Sumarni meninggal setelah bertarung melawan sakit yang diderita. Ia wafat karena menderita tekanan darah tinggi dan pneumonia.

“Itu informasi yang kami terima dari tim dokter yang ada di Jeddah. Beliau wafat karena ada semacam gagal napas, atau sesak napas,” ungkapnya.

Ia telah berkoordinasi dengan pemerintah Kota Tarakan, serta mengabarkan kepada keluarga. Setibanya di Kota Tarakan usai mengantar rombongan jamaah haji, Kemenag Tarakan akan bersilaturahmi ke kediaman almarhumah.

Baca Juga :  Marak Tambang Ilegal, Kewenangan Dinas ESDM Kaltara Sebatas Perizinan dan Pembinaan Administratif

“Kami akan datang dan mengirimkan bela sungkawa kepada keluarga. Karena almarhumah ini tidak dibawa ke Indonesia. Jenazah langsung dimakamkan di sana. Untuk itu, kami akan berkunjung ke rumah beliau,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Almh Hj Sumarni tergabung dalam kloter 4 debarkasi Balikpapan. Rombongan pertama Kaltara ini tiba di Asrama Haji Balikpapan, Rabu (12/7/2023) Pukul 21.30 Wita.

Namun tidak semua jamaah pulang ke Tanah air, tersisa dua yang tertahan akibat sakit. Satu jamaah asal Bulungan, dan satu jamaah lagi asal Kota Tarakan. Satu jamaah asal Tarakan informasi terkini telah wafat. Kemudian satu jamaah asal Bulungan belum bisa dipulangkan karena masih sakit dan mendapat perawatan medis.(*)

Sumber: Kakanwil Kemenag Kaltara

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *