Waspada 12 Jenis Pelanggaran Ops Patuh Kayan, Simak Tanggal Razianya

benuanta.co.id, TARAKAN – Operasi Patuh 2023 digelar secara serentak oleh Korlantas Polri yang dimulai pada 10 hingga 24 Juli 2023 mendatang. Penerapannya, untuk di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya Kota Tarakan telah dilakukan gelar apel pasukan guna menyiagakan personel dalam operasi kali ini.

Secara umum, Ops Patuh Kayan ini juga menekan angka fatalitas pada tingkat kematian dari kasus lalu lintas. Diketahui, belakangan angka lalu lintas di Kaltara meningkat dengan perkiraan 400 korban meninggal dunia sejak awal 2023.

“Itu di wilayah Kaltara. Jadi angkanya untuk penduduk kita yang sedikit itu besar. Kita sangat mengharapkan dengan operasi ini cara penindakan kami akan lebih tegas lagi,” kata Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona, Senin (10/7/2023).

Ia melanjutkan dalam Ops Patuh ini, tak lagi berbentuk sosialisasi. Melainkan, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) akan menilang secara tegas saat pengendara melanggar. Menurutnya, sosialisasi yang selama ini dilakukan pihaknya sudah cukup dan telah dilakukan jauh hari sebelum Ops Patuh dilaksanakan.

Baca Juga :  Pemkot Beri Seminggu untuk Kosongkan THM bagi Tenant yang Tidak Menyewa

Terdapat pelanggaran yang kerap kali disengaja oleh pengendara yakni persoalan knalpot brong. Seakan tak pernah absen, motor yang dimodifikasi ini menjadi salah satu target utama Satlantas dalam melakukan penilangan.

“Apalagi dari data kami 70 sampai 80 persen pelanggarnya malah usia di bawah 25 tahun. Jadi kami himbau ke adik-adik dan generasi muda untuk menunjukkan budaya tertib lalu lintas,” lanjutnya.

Dalam melakukan penindakan untuk pelanggaran knalpot brong, Kapolres tak segan memerintahkan personelnya untuk bersikap tegas. Terlebih, keberadaan knalpot ini sangat mengganggu masyarakat. Penilangan yang dilakukan pun diharapkan bagi para pengendara untuk lebih tertib lagi saat berada di jalan raya.

“Jadi kalau sosialisasi kita sudah. Dari Satlantas juga. Sudah juga pakau upaya lisan dan teguran. Kalau belum patuh pengendaranya ya ini ada Operasi Patuh. Jadi masyarakat harus patuh,” sebut perwira melati dua itu.

Ditambahkan oleh Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Gisca Yashella terdapat 12 pelanggaran lalu lintas yang menjadi fokus penilangan kepada pengendara. Diantaranya berkendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, bermain ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, melawan arus, melampaui batas kecepatan maksimal, berkendara di bawah pengaruh alkohol, kendaraan tidak sesuai spesifikasi, kendaraan tidak sesuai dengan peruntukannya, kendaraan yang over load dimension dan kendaraan tanpa plat nomor atau nomor palsu.

Baca Juga :  Air Dikeluhkan Keruh, PDAM Tarakan Beri Penjelasan

“Kalau kendaraan tanpa plat itu kan kita tidak tahu itu motor siapa, jelas atau tidak. Itukan kalau tetap dipakai ya pengendaranya tidak aman. Seperti kendaraan yang tidak sesuai peruntukkan, masih banyak pengendara yang pakai lampu jauh itu sangat mengganggu pengendara lain atau pakai lampu yang warna warni. Itu menjadi fokus kita,” bebernya.

Adapun untuk sistem dari penilangan ini, personel Satlantas tidak secara stationary. Melainkan melakukan hunting untuk mempermudah mendeteksi pelanggaran pada pengendara. Dilanjutkan Kasat Lantas, Korlantas Polri juga tidak mengeluarkan aturan untuk penindakan secara stationary.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Usulkan 714 Kuota CPNS dan PPPK Tahun Ini

Disinggung menyoal pemetaan lokasi rawan pelanggaran, dikatakan perwira balok dua itu berada di pusat kota, Taman Berkampung dan Stadion Datu Adil. Kendati di pusat kota terdapat empat sisi lampu merah, pihaknya masih sering mendapati pengendara yang nekat menerobos.

“Kalau mereka melanggar ya pasti tabrakan. Kemudian di Taman Berkampung sore banyak balapan liar juga. Kemudian di Stadion Datu Adil itu banyak aduan masyarakat setiap malam minggu banyak yang inisiatif di Instagram ngajak balapan liar. Anggota kita langsung turun dan ada yang kita tangkap juga. Anggota saya akan lebih masif lagi untuk turun tengah malam juga,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2658 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *