benuanta.co.id, TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan trauma healing kepada anak-anak di pengungsian korban kebakaran pada Jumat, 30 Juni 2023.
Kegiatan trauma healing ini dilakukan untuk membuat anak-anak korban kebakaran melupakan kejadian yang dialami saat kebakaran yang terjadi pada Kamis, 29 Juni 2023 kemarin.
Kepala markas PMI Kota Tarakan, Eva Marwah Lestari mengungkapkan trauma healing yang dilakukan akan seperti permainan terkait pendidikan.
“Kegiatan ini akan berlangsung setiap hari selama adanya posko pengungsian ini,” ungkap Eva, Jumat (30/6/2023)
Terpisah, Ketua HIMPSI Kaltara, Sulistiyowati, S.Psi., Psikolog mengatakan penanganan pertama pada anak-anak korban kebakaran yaitu dukungan psikososial dan juga observasi.
“Jika ada mereka yang kita lihat dari mereka berinteraksi dan mengikuti permainan itu ada yang perlu ditandai nanti dari HIMPSI Kaltara melakukan pendampingan psikologis,” tutur Sulistyowati.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda anak-anak korban kebakaran yang memerlukan pendampingan psikologi karena menurutnya dapat dilihat dari anak-anak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan trauma healing tersebut.
“Saya berharap semuanya bisa beradaptasi karena anak-anak merupakan usia yang masih muda untuk dilakukan penyeimbang kembali dan tekniknya dengan bermain,” jelasnya.
Ia juga menerangkan tindakan yang akan diambil ketika ada anak yang memiliki trauma akibat dari kejadian kebakaran yang telah terjadi sebelumnya.
“Nanti akan tergantung dari gejalanya, contoh ada yang menarik diri selanjutnya akan kita komunikasikan kepada orang tuanya jika sudah kita akan izin terlebih dahulu dan ketika mendapatkan izin maka kita akan melakukan penanganan psikologis yang dilakukan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







