benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan merilis 100 jiwa pengungsi yang mendiami tenda di posko korban kebakaran di Perikanan Kelurahan Karang Anyar Pantai.
Lurah Karang Anyar Pantai, Yohanis Patongloan menjelaskan hasil verifikasi Jumat (40/6/2023) pukul 17.00 WITA. Terdapat 436 jumlah jiwa dari 126 Kepala Keluarga (KK), yang terdiri dari dari 3 diantaranya, 2 jenis lansia jenis kelamin laki-laki, dan 1 lansia jenis kelamin perempuan.
Terdapat 9 bayi dan 33 Balita. Sedangkan jumlah jumlah pelajar tingkat SD sebanyak 32 orang, SMP 10 orang, dan SMA 9 orang.
Sementara, untuk status tempat tinggal, terdapat 50 KK berstatus miliki sendiri, 26 KK berstatus numpang, 31 kk berstatus sewa, 4 kk yang terdampak, 10 kk pemilik rumah sewa, serta 3 kk masih menunggu konfirmasi.
“Kini pengungsi kembali bertambah, terdapat 100 jiwa yang berada di posko tenda bencana sosial kebakaran, karena mulai dari subuh kemaren Kamis (29/6/2023) sebagian sudah bergabung, selain disini, ada pula yang ditampung oleh keluarganya,” bebernya.
Ihwal pemberian bantuan, pemerintah hanya membuka satu pintu dalam penerimaan bantuan, hal tersebut guna menghindari ketidakmerataan bantuan yang dibagikan.
“Jadi pemerintah mengupayakan donasi yang nantinya akan masuk harus melalui satu pintu agar pembagiannya merata,” ucapnya.
Para pengungsi sempat mengeluhkan terkait ketersediaan air yang dipergunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK), namun hal tersebut segera diatasi sehingga air kembali normal.
“Sesuai hasil rapat, kepala BPBD akan membuka rekening yang fungsinya akan memfasilitasi warga untuk bisa berdonasi kepada korban bencana sosial kebakaran, namun, jika warga menyumbang dalam bentuk uang tunai ataupun dalam bentuk sembako, pemerintah siap menampung di posko,” ungkapnya.
Pertanggungjawaban donasi dari warga kepada pengungsi, pihaknya akan bertanggungjawab sesuai undang-undang yang berlaku.
“Barang masuk dan barang keluar akan kami kelola dan pertanggungjawaban nantinya,” ujarnya.
Tak henti-hentinya Yohanis menyampaikan, tetap berhati-hati kepada sejumlah warga Karang Anyar Pantai yang bermukim di daerah pesisir.
“Akses jalan ke pesisir tidak memungkinkan untuk masuknya mobil pemadam kebakaran, jadi kami menghimbau khususnya ibu-ibu saat melakukan kegiatan masak-memasak, agar tetap berhati-hati agar kejadian yang serupa dan yang pernah terjadi tidak terulang kembali,” tutupnya.(*)
Reporter: Okta Balang
Editor: Ramli







