benuanta.co.id, TARAKAN – Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, menyebutkan terdapat 94 KK terdampak kebakaran di Perikanan RT 21 Kelurahan Karang Anyar Pantai pada Kamis, 29 Juni 2023 pagi.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengungkapkan data yang dikeluarkan saat ini masih membutuhkan pendataan lanjutan, mengingat data rumah yang hangus juga terus mengalami perubahan.
Posko tanggap darurat yang didirikannya sendiri sesuai prosedur akan berlangsung selama 7 hari lamanya.
“Tapi kita lihat perkembangan di depan. Bisa jadi lebih cepat bisa juga lambat,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan yang paling mendesak saat ini ialah logistik yang juga dibantu oleh Basnaz Tarakan. Sementara untuk kebutuhan lain seperti pakaian dan perlengkapan lainnya menyukai masih dalam pendataan oleh Dinas Sosial. Posko yang didirikan oleh BPBD, dikatakan Yonsep ialah berupa tenda sebanyak tiga buah.
“Kita ada tenda. Dari Dinas Sosial masih menunggu warga masuk ke tenda. Kalau kebutuhan mendesak memang logistik. Kalau ada masyarakat yang mau membantu silahkan langsung ke posko saja, kami menyediakan tempat,” sebut Yonsep.
Sementara itu, kebakaran itu diduga berasal dari rumah milik Usman. Saat kejadian pun pemilik rumah tidak berada di rumah dan sulit dihubungi oleh warga.
“Tadi katanya ada yang lihat keluar. 30 menit sebelum kejadian itu ada di rumah,” sebut Ketua RT 21, Naskar.
Ia melanjutkan, dari 50 rumah yang terbakar ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang. Termasuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang turut terdampak.
“Korban jiwa tidak ada. Kalau KK belum saya bisa prediksi karena banyak juga rumah petak-petak ada beberapa pintu juga,” lanjutnya.
Adapun untuk keseluruhan warganya yang terdampak akan diungsikan ke posko darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan di SDN 019 Kelurahan Karang Anyar Pantai.
“Cuma kita masih menunggu informasi pukul berapa warga diarahkan ke sana,” tuturnya. (*)
Reporter: Endah Agustina/Okta Balang
Editor: Nicky Saputra







