benuanta.co.id, BULUNGAN – Setelah terpilih dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada tanggal 18 Maret 2023. Ketua KONI Kaltara terpilih, Muhammad Nasir akhirnya dilantik. Kegiatan itu bersamaan juga dengan pengukuhan pengurus KONI Provinsi Kaltara untuk masa bakti 2023-2027.
Pelantikan langsung dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang disaksikan oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya, Danrem 092 Maharajalila Brigjen TNI Ari Estefanus dan undangan lainnya.
Usai pelantikan, Marciano Norman mengatakan setelah pelantikan pengurus KONI Kaltara banyak tugas yang menanti kedepan, salah satunya pembinaan atlet untuk dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 21 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024 mendatang.
“Saya minta pak Nasir tidak berpikir lama, setelah pelantikan ini segera berlari mengambil langkah cepat untuk membina olahraga-olahraga unggulan di daerah ini,” ucap Marciano Norman kepada benuanta.co.id, Selasa 27 Juni 2023.
Dirinya berharap prestasi atlet Kaltara harus lebih baik dibandingkan waktu sebelumnya. Jika pada PON di Papua, Provinsi Kaltara hanya mendapat 1 medali emas dari cabang olahraga (Cabor) menembak. Dengan dukungan Gubernur Kaltara yang begitu besar, maka perolehan medali emas di Aceh dan Sumatera Utara harus lebih besar.
“Ketum KONI Kaltara dan jajaran pengurusnya harus malu kalau dapatnya hanya 1 emas saat di PON Aceh dan Sumut. Selain menembak cabor lain yang bisa berpeluang emas harus diasah,” tuturnya.
Kata dia, dari Kaltara ada satu orang yang mewakili Indonesia saat Sea Games di Kamboja yakni cabor Hoki. Melihat potensi Kaltara yang besar, dirinya harapkan ada atlet Kaltara yang bisa mewakili tim nasional Indonesia di semua cabor.
“Saya harap bisa mewakili timnas itu ada dayung, beladiri dan lainnya. Saya minta pak Nasir harus konsentrasi pada cabor unggulan,” paparnya.
Sementara itu, Ketum KONI Kaltara Muhammad Nasir menjelaskan terkait persiapan PON 21, sejak Juni hingga September 2023 pihaknya akan fokus pada babak kualifikasi Pra PON. Tahap awal sudah dilalui berupaya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 1 Kaltara pada Desember 2022.
“Ini ditindaklanjuti secara internal cabor untuk persiapkan atletnya dalam bentuk pembinaan dan pengembangan prestasi serta mengikuti kompetisi single event nasional, harapannya mampu meloloskan atlet-atlet terbaik kita ke PON 21,” ujar Nasir.
Dalam pantauannya pada PON 21 ini memiliki persaingan yang lebih ketat dan lebih banyak dari sisi kuantitas di masing-masing kelas atau nomor tanding. Pasalnya terdapat 4 daerah otonomi baru (DOB) di Papua yang ikut berkompetisi.
“Sesuai permintaan dan arahan pak Presiden, maka atlet dari 4 DOB tersebut, khusus untuk nomor atau kelas tanding perorangan langsung lolos ke PON 21 tahun 2024, atau lolos tanpa melalui Pra PON,” sebutnya.
Oleh karena itu, KONI Kaltara pada tahun 2023 ini berusaha menyusun rencana dan strategi agar pada babak kualifikasi PON 21 ini bisa meloloskan lebih banyak atlet-atlet ke PON dan berpeluang mampu merebut medali.
“Rencana dan strategi tersebut akan terus diupdate setelah Pra PON nanti agar memberikan hasil maksimal saat pelaksanaan PON 21 pada tahun 2024 nanti,” terangnya.
Dia menyebutkan ada beberapa cabor unggulan di Kaltara diantaranya panjat tebing, angkat berat, selam layar, renang dan beberapa lainnya berpotensi bisa dapat medali emas. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







