Hujan Deras, 8 Desa di Tulin Onsoi Dilanda Banjir

benuanta.co.id, Nunukan – Sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan tergenang banjir. Hal itu setelah intensitas hujan yang meningkat, belakangan ini. Data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, wilayah yang terdampak bajir yakni Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.

Kasubid Informasi BPBD Nunukan menjelaskan pihaknya telah menerima beberapa informasi dari masyarakat terkait adanya banjir di beberapa titik lokasi jalan yang ada di Nunukan lantaran aliran sungai yang meluap serta air yang tergenang hingga menyebabkan banjir.

Baca Juga :  Polemik Larangan Bongkar Muat di Sebatik, DPRD Ingatkan Evaluasi Komprehensif dan Aspek Keselamatan

“Saat ini kita masih melakukan pantauan untuk wilayah Nunukan, saat ini sudah tidak hujan lagi dan perkiraan beberapa jam airnya itu surut, untuk masyarakat yang terdampak sudah kita minta lakukan evakuasi dulu,” kata Basir kepada benuanta.co.id, Rabu (28/6/2023).

Basri mengungkapkan, saat ini ia dan personel BPBD Nunukan tengah berada di wilayah Kecamatan Lumbis dan Sembakung untuk melakukan pendistribusian sembako pasca ditetapkan tanggap darurat bencana banjir beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran, Damkar Nunukan Cek Apar di Kampung Nelayan 

Kendati begitu, ia mengatakan jika pihaknya tetap memantau beberapa wilayah lain. Informasi yang diterimanya saat ini Kecamatan Tulin Onsoi ada 8 Desa yang terendam banjir yakni Desa Balatikon, Desa Tau Baru, Desa Tinampak 2, Desa Tinampak 1, Desa Salang, Desa Tembalang, Desa Kalunsayan dan Desa Sekikilan.

“Untuk angka ketinggian airnya, anggota tidak punya alat ukur di sana. Tapi ketinggiannya dari pinggang hingga bahu orang dewasa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Resmikan Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan di Kabupaten Nunukan

Sementara itu, untuk wilayah daratan tinggi Krayan, Basir menyampaikan jika saat ini statusnya masih siaga bencana banjir dan longsor. Terkait jalan utama yakni jembatan penghubung antar Kecamatan Krayan Tengah dan Krayan Selatan yang terputus, ia mengaku jika pihaknya saat ini sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan. Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak PUPR untuk dilakukan perbaikan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *