benuanta.co.id, TARAKAN – Memasifkan mindset masyarakat terhadap cinta bangga paham rupiah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) semakin mendorong penggunaan Quick Respon Code Indonesian Standar (Qris).
Kepala BI Perwakilan Kaltara, Wahyu Indra Sukma menerangkan cinta bangga paham rupiah merupakan wujud bela negara tanpa senjata. Sehingga uang yang ditabung oleh masyarakat dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
“Tapi tidak sampai situ saja. Kita juga bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kita lihat bagaimana konteks pertumbuhan ekonomi yang meningkat cenderung inflasi naik. Tapi kita harus kendalikan itu,” terangnya, Ahad (25/6/2023).
Selain itu, BI bersama pemerintah kota Tarakan juga telah meluncurkan Kaltara Digital Pakai Qris (Katalis) yang saat ini sudah mencapai 37 ribu pengguna. Menurutnya, angka tersebut sudah cukup baik dari jumlah 400 ribu penduduk di Kaltara.
“Selama 4 tahun sudah 37 ribu pengguna. Itu juga menjadi komitmen kami bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) juga di sini bagaimana meningkatkan penggunaan Qris di Kaltara,” lanjutnya.
Penggunaan dompet digital ini, dikatakan Wahyu perlu dilakukan. Guna menghindari adanya penggunaan uang palsu, transparasi dalam transaksi, dan pendataan oleh perbankan secara otomatis bagi UMKM.
Disinggung soal target, BI Kaltara menargetkan 43.500 pengguna Qris di tahun 2023 ini. Pada Juni 2023 target tersebut sudah 80 persen.
“Kita ditarget ada dua. Transaksi sama pengguna Qris baru. Kalau pengguna baru ini menjadi PR kami karena harus meningkatkan literasi terhadap transaksi digital,” imbuh Wahyu.
Dalam merealisasikan target tersebut, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat. Baik dalam segi infrastruktur penunjang digitalisasi seperti jarangan telekomunikasi. Terlebih di wilayah Kaltara sendiri masih terdapat wilayah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T).
“Makanya sejauh ini Qris banyak digunakan di kota besar karena orang sudah lebih banyak memiliki rekening bank. Tapi kita tidak berhenti sampai disitu kita akan tingkatkan terus akses digitalisasi di daerah sendiri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi 5







