benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah provinsi Kaltara terus menjalankan program dokter terbang untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang sulit menjangkau wilayah perkotaan dengan berbagai hambatannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman mengatakan, program dokter terbang masih terus berjalan. Di tahun ini dokter terbang diagendakan sebanyak tujuh sampai sepuluh kali dalam setahun.
“Dokter terbang ini melayani daerah perbatasan dan desa terpencil, dan kepulauan yang ada di Kaltara, dan setiap daerah yang kita datangi kita sediakan dokter spesialis,” ucapnya, Ahad (25/6/2023).
Lanjut Usman, bukan hanya dokter spesialis, kunjungan dokter terbang ke daerah terpencil juga dilengkapi dengan alat-alat Ultrasonografit (USG) portepel, Elektrokardiogram (EKG). Jadi tergantung keluhan masyarakat yang ada di daerah perbatasan.
“Apa yang menjadi keluhan dan penyakit masyarakat disitu, apakah penyakit dalam atau penyakit pada anak, kita bawakan dokter spesialisnya, dan sampai saat ini kita masih berjalan,” tuturnya.
Adapun daerah yang mendapat pelayanan dokter terbang, kata dia, seperti daerah Krayan yang ada di Kabupaten Nunukan. Krayan memang sulit dijangkau untuk daerah Kaltara karena infrastruktur belum memadai ditambah letak geografisnya ektrem. Dengan adanya program doktor terbang ini Dinkes memberikan pelayanan jemput bola.
“Kita yang mendatangi masyarakat itu, hanya saja saya akui butuh anggaran yang besar karena sekali turun bisa Rp 100 juta bahkan lebih, dan tahun ini program dokter terbang dianggarkan kurang lebih 1 miliar dengan pelayanan sebanyak 10 kali jadi tergantung anggaran,” pungkasnya.(*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







