Bikin Nostalgia, Sontengan Layang-layang di Tanah Lapang

Lembaran bahan tipis berkerangka bambu yang diterbangkan ke udara dan terhubung dengan tali atau benang dari daratan antuk pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Bahkan layang-layang dikenal luas di seluruh dunia sebagai permainan yang menyenangkan.

LAYANG-layang atau Wau merupakan salah satu permainan tradisional dari Indonesia yang terbuat dari kertas sering kali dimainkan oleh anak-anak di tanah lapang.

Tidak hanya anak-anak, setiap sore hari orang dewasa sehabis bekerja seharian di kantor ikut bermain layang-layang di jalan poros Buluh Perindu, Tanjung Selor untuk melepas lelah.

Salah satu masyarakat yakni Kamay (36) mengatakan, bermain layang-layang adalah salah satu hobinya semasa ia kecil. Tak jarang pada musim layang-layang saat ini ia kembali bermain bersama teman-temannya dan pemuda Buluh Perindu.

“Setiap sore main layang buat melepas penat saja setelah seharian kerja, apalagi yang main di sini banyak jadi kita bisa adu layang-layang yah buat seru-seruan saja,” katanya, Ahad (25/6/2023).

Di sisi lain teman-teman, penghobi layang-layang layang ini, mencoba untuk melestarikan olahraga tradisional yang sudah ada sejak dulu. Di mana anak-anak zaman sekarang sudah sangat sedikit yang memainkan olahraga tradisional ini, lantaran adanya kehadiran gadget.

“Olahraga ini hanya dimainkan pada musim-musim tertentu saja, kira-kira dalam 1 tahun hanya ada 1 sampai 2 bulan saja layang-layang ini dimainkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike julianti

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *