benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir yang merendam 3 Kecamatan di Kabupaten Nunukan yakni Lumbis, Sembakung, dan Sembakung Atulai turut berdampak pada dunia pendidikan. Pasalnya, 11 bangunan sekolah ikut terendam.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad mengatakan, banjir yang mengenai beberapa sekolah yakni ada 11 sekolah, diantaranya 10 Sekolah Dasar (SD) dan 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta ada 1 UPT dinas pendidikan.
“Banjir ini adalah musibah alam, yang sering terjadi setiap tahun di wilayah Sembakung dan sekitarnya. Sehingga para guru juga sudah mengantisipasi kejadian banjir tahunan tersebut,” kata Akhmad, Ahad (25/9/2023).
Sebelum banjir merendam sekolah atau rumah warga para guru juga sudah mendapat informasi dari wilayah Lumbis bahwa akan ada banjir.
Akhmad bersyukur karena para siswa sudah menyelesaikan ujian akhir semester, dan tinggal penerimaan rapot sehingga langsung diliburkan akibat banjir. Sementara para guru tetap menyelesaikan administrasi di sekolah atau di rumah.
Data sekolah dan kantor UPT Dinas Pendidikan yang terdampak banjir tahun 2023 di Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai yakni SDN 001, SDN 002, dan SDN 003 Sembakung, Desa Atap. SDN 004, Desa Bungkul, SDN 006 Desa Tujung, SDN 011 Desa Tujung, SDN 005 Desa Pulau Keras SDN 006 Desa Binanunun Matol, SDN 003 Desa Katul, SDN 007 dan SMP 004 Desa Tagul, termasuk UPT dinas pendidikan.
Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, M Basir mengatakan, saat ini banjir sudah surut, seperti wilayah Lumbis dan Sembakung Atulai, sedangkan Sembakung sebenarnya sudah surut namun dia perlahan karena wilayah itu dataran rendah.
“Walaupun ada kenaikan di Sembakung itu tidak terlalu secara signifikan karena ada curah hujan di hulu namun biasa saja atau normal. Aktivitas masyarakat juga sudah normal,” jelasnya.
Saat ini BPBD Nunukan membantu masyarakat bersih-bersih maupun pasilitas umum seperti sekolah maupun tempat ibadah.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







