Dinkes Berau: Ratusan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies

benuanta.co.id, BERAU – Maraknya kasus penyakit rabies, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Bumi Batiwakkal agar sekiranya segera melaporkan ke fasilitas kesehatan jika terkena gigitan hewan penular rabies.

Hal tersebut diungkapkan pengelola program rabies Dinkes Berau, Mariati Mapun, infeksi dapat tertular pada tubuh manusia oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies.

“Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, monyet, kucing dan kera.
Ya meskipun di Kabupaten Berau memang selama ini belum ada orang kena kasus positif rabies,” ungkapnya Jumat (23/6/2023).

Sebagai informasi, dalam kurun tiga tahun terakhir, Dinkes Berau mencatat ada ratusan orang yang terkena gigitan hewan penular rabies.

“Di tahun 2021 ada sebanyak 36 kasus gigitan hewan penular rabies, sedangkan di tahun 2022 ada 47 kasus gigitan hewan penular rabies dan di tahun 2023 ini pada bulan Januari ada 6 kasus,  Bulan februari ada 6 kasus, bulan maret ada 10 kasus, bulan April 6 kasus dan pada bulan Mey ada 14 kasus, ini jumlah orang yang terkena gigitan hewan penular rabies namun tidak sampai positif rabies karena segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Baca Juga :  Diikuti 3.730 Peserta, Berau Coal Run 2026 Sukses Digelar

Ia menjelaskan di kabupaten Berau belum ada kasus positif rabies, namun peran Dinkes bakal selalu gencar melakukan himbauan kepada masyarakat jika terkena gigitan hewan penular rabies.

“Jadi langkah-langkah awal jika terkena gigitan hewan penular rabies langsung di anjurkan mencuci menggunakan sabun selama 15 menit di air yang mengalir, setelah itu memberikan betadine dan kemudian membawa ke fasilitas kesehatan seperti rabies canter atau jika tidak ada bisa ke Puskesmas langsung,” ujarnya.

Baca Juga :  Diikuti 3.730 Peserta, Berau Coal Run 2026 Sukses Digelar

Upaya mengantisipasi kasus tersebut marak di Kabupaten Berau, Mariati mengatakan Dinkes sudah memiliki lima rabies canter yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Seperti yang berada di Talisayan, Tanjung Batu, Puskesmas Kampung Bugis, Puskesmas Kelay dan Puskesmas Segah. Namun, jika wilayah tersebut jauh dari ke lima rabies canter, bisa membawa ke Puskesmas terdekat, karena anjuran dari pimpinan saat ini seluruh Puskesmas boleh membawa vaksin atau obat rabies, guna penanganan lebih awal dan cepat,” ucapnya.

Termasuk bila habis terkena gigitan hewan penular rabies, pihaknya dan tim Dinkes Berau bakal mengawasi pasien dan hewan penggigit.

“Apakah dalam sepekan tidak ada gejala yang di timbulkan setelah efek gigitan hewan tersebut dan juga mengawasi hewan itu apakah setelah mengigit hewan tersebut apakah masih sehat atau mati,” bebernya.

Baca Juga :  Diikuti 3.730 Peserta, Berau Coal Run 2026 Sukses Digelar

“Kita juga koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) untuk memastikan hewan tersebut sehat dan tidak menimbulkan gejala yang berarti,” tambahnya kepada benuanta.co.id.

Selain itu, dijelaskannya ciri-ciri manusia yang diduga terjangkit penyakit rabies yaitu, demam, gelisah, takut air dan cahaya, bahkan mengeluarkan banyak liur, kejang, lumpuh dan Infeksi otak.

“Jika lambat dalam penanganan kemungkinan kecil orang itu bakal selamat jika memang positif rabies, oleh karena itu kami dari dinkes meminta masyarakat Berau segera melapor jika terkena gigitan hewan penular rabies,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *