Samsat Tarakan Tetap Surplus Pendapatan di Tengah Gedung Tak Representatif

benuanta.co.id, TARAKAN – Di balik keterbatasan lahan parkir dan ruang administrasi lantaran menggunakan gedung yang sudah tak lagi representatif. Soal kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Tarakan sudah tak diragukan lagi.

Sebab, realisasi pajak dari Samsat Tarakan melampaui target yang diberikan dan di atas rata-rata UPTD yang ada di Kaltara.

Kepala UPT Samsat Tarakan, Irawan mengatakan kenaikan realisasi ini paling kontras terjadi pada tahun 2022 lalu dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Air Permukaan (PAP).

Seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada Januari hingga Desember tahun 2022 lalu ditargetkan Rp 37.000.000.000, namun berhasil tembus di angka Rp 40.391.981.380 atau surplus Rp 3.391.981.380 dengan presentase 109,17 persen.

Pendapatan PKB ini diperoleh dari enam sumber. Mulai dari Samsat Induk Rp 18.012.046.300, Samsat Drive Thrue Rp 8.950.131.180, Samsat Corner Rp 5.040.532.100, Samsat Keliling (Samling) Rp 4.759.604.600, Samsat Gusher Rp 1.962.994.200, Samsat Payment Point Rp 1.666.673.00 terhadap 72.477 objek pajak dengan dua kategori kendaraan. Meliputi roda dua (R2) sebanyak 61.842 dan 10.624 roda empat (R4).

“Dari PKB dan BBNKB itu lebih Rp 72 miliar. Itu belum termasuk pajak air dan permukaan Rp 369 juta. Jadi tahun 2022 itu Alhamdulillah kami melebihi target dengan nilai yang sudah ditentukan,” ujar Irawan.

Tak sampai di situ, Irawan menjelaskan pada triwulan II tahun 2023 Samsat Tarakan juga telah melebihi target yang ditentukan, baik dari BBNKB dan PKB.

“Kalau BBNKB kami sudah kelebihan jauh dapat Rp 17 miliar atau 52 persen. Jadi nanti BBNKB ini bisa tembus sampai 60 persen. Artinya kami sudah melebihi 12 persen target TW II. Ini masih ada satu bulan ya. Di dua bulan saja untuk PKB kami sudah 40 persen dengan nilai Rp 16 miliar dari target tahunan Rp 40 miliar. Memang target triwulan (TW) II itu sudah kami capai, jadi kami ambil bonus saja. Tetapi permintaan dari Kepala Bapenda Kaltara, Pak Tomy Labo itu tetap meminta agar diteruskan dan tetap ditingkatkan juga. Insyallah juga kami tembuskan sampai 50 persen dengan nilai Rp 20 miliar untuk TW II,” terangnya.

Kemudian untuk pajak air permukaan, UPT Samsat Tarakan masih mengandalkan tiga objek pajak, seperti PT Idec Abadi Wood, PT Intraca Wood dan PDAM Tarakan. Kendati demkian, pendapatan pajak air permukaan air memang tak sebesar yang didapatkan BBNKB dan PKB. Terhitung dari Januari hingga Mei 2023, sudah berhasil meraup Rp 143.566.978 dari taget tahunan sebesar Rp 370.000.000. Artinya di sisa waktu kurang lebih enam bulan, Samsat Tarakan harus memaksimalkan pemasukan sebesar Rp 226.433.022.

“Mudah-mudahan ada penambahan objek baru. Informasinya ada beberapa pabrik yang masih kami dalami dan tinjau. Kami juga akan menghadirkan tim teknis untuk kembali menghitung ulang masalah air permukaan dari Intraca, Idec dan PDAM untuk diperiksa secara detail sesuai atau tidak dengan pemakaian yang ada,” tutupnya.

Apa saja upaya dan inovasi UPT Samsat Tarakan dalam meningkatkan pendapatan pajak untuk Provinsi Kaltara, di samping keterbatasan gedung yang tak representatif. Simak ulasannya di Koran Mingguan Benuanta Edisi: 235, Senin, 5 Juni 2023. (*/gik)

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2584 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *