Polres Malinau Cegah Gangguan Kamtibmas Jelang Pilkades Serentak

benuanta.co.id, MALINAU – Jelang Pilkades serentak di Malinau, pihak kepolisian concern pada pengamanan pelaksanaannya.

Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., mengatakan dilaksanakannya gelar operasional ini sebagai bentuk analisa pimpinan serta anev guna mengetahui dinamika di satuan wilayah kerja yang berada dilingkup Polres Malinau dan jajarannya.

“Simulasi pengamanan dan pemetaan daerah rawan harus kita siapkan sebelum pilkades serentak di Malinau, guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas,” jelas Kapolres Malinau, Rabu, 17 Mei 2023.

Baca Juga :  Rancangan APBD 2024 Kabupaten Malinau Masuk Tahap Pembahasan Akhir

Andreas menegaskan, pelaksanaan operasi gangguan Kamtibmas di Polres Malinau ini juga difokuskan pada pelaksanaan Pilkades serentak di Malinau pada 30 Mei 2023 untuk gelombang pertama.

“Pada pelaksanaan pilkades nanti, kami dari jajaran Polres Malinau siap untuk mengawal suksesnya Pilkades ini dan akan membackup penuh agar pelaksanaan pilkades bisa berjalan aman dan lancar bersinergi dengan jajaran TNI serta instansi terkait,” tegasnya.

Lanjutnya, Pilkades tahun 2023 menjadi pengantar jelang Pemilihan Umum (Pemilu) di antaranya pemilihan legislatif hingga pemilihan kepala daerah Malinau hingga Presiden tahun 2024 mendatang.

Baca Juga :  Rancangan APBD 2024 Kabupaten Malinau Masuk Tahap Pembahasan Akhir

“Pilkades di Malinau dilaksanakan oleh 85 desa dari 109 desa yang ada dan dibagi menjadi 2 gelombang. Untuk gelombang pertama dilaksanakan 58 desa di 14 Kecamatan dari 15 Kecamatan di Kabupaten Malinau dan gelombang kedua nantinya diikuti 27 desa,” tuturnya.

Tidak hanya itu ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya desa yang melaksanakan pilkades serentak agar bersama-sama menjaga Kabupaten Malinau tetap aman dan kondusif.

Baca Juga :  Rancangan APBD 2024 Kabupaten Malinau Masuk Tahap Pembahasan Akhir

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi-informasi yang tidak benar. Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan atau tidak puas dengan hasil pilkades jangan menggunakan cara kekerasan, laporkan kepada pihak berwenang yang nantinya akan ditindak sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *