Berisikan Puing Kebakaran, Pedagang Berharap Pemkab Nunukan Bantuan Renovasi

benuanta.co.id, Nunukan – Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan belasan kios milik pedagang di Pasar Pagi, Jalan Pattimura, RT 08, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan pada Ahad (7/5/2023) sejumlah pedagang gotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan barang-barang yang hangus terbakar.

Pantauan benuanta.co.id, hingga pukul 16.30 Wita pada Senin, 8 Mei 2023 tampak pasar dalam keadaan tutup dan sudah dalam keadaan bersih, serta beberapa pedagang masih memilah beberapa barang dagangan yang masih layak diselamatkan.

Koordinator pedagang Pasar Pagi, Muje (58) menyampaikan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid bersama dengan Camat Nunukan, Hasan Basri juga sudah melakukan peninjauan di lokasi kebakaran.

“Alhamdulillah tadi Ibu Bupati juga sudah datang ke sini (Pasar Pagi), tadi saya diminta mendata KTP, KK pedagang dan Nomor Rekening, sudah disampaikan juga ada sedikit bantuan dari Pemerintah Kabupaten tapi untuk nominalnya berapa kita belum tahu,” ucap Muje kepada benuanta.co.id, Senin (8/5/2023).

Baca Juga :  Pembunuh Pengusaha Rumput Laut di Nunukan Tertangkap di Hutan Mangrove

Diungkapkannya, dari hasil pendataan pihak Kepolisian, Muje menyampaikan jika total korban yakni ada 14 kios, sedangkan sekitar 3 kios berhasil terselamatkan.

HANGUS : Tampak sejumlah barang milik pedagang kios sudah tak bisa digunakan lagi setelah hangus terbakar.

Dalam waktu dekat ini, ia beserta pedagang lainnya untuk melakukan perbaikan masing-masing kembali pada pasar tersebut agar bisa segera digunakan kembali. Meski lahan tersebut bukan milik Pemerintah, namun ia berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan bisa sedikit membantu para pedagang untuk melakukan perbaikan.

Ia sendiri memiliki 4 gudang dan 1 kios beserta isinya yang ludes terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan, mulanya ia memperkirakan kerugian yang dialaminya sekira Rp500 juta, namun setelah dilakukan perhitungan kembali, Muje mengaku total kerugian material yang dialaminya mencapai Rp1 miliar.

Baca Juga :  2 IRT Penjual Sabu Paket Hemat Ditangkap Polisi di Sebatik

“Barang semuanya hangus terbakar tidak ada yang bisa diselamatkan, kalau saya pribadi mau fokus renovasi dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Iskandar (32) salah satu pedagang yang kios miliknya masih bisa diselamatkan mengatakan ia dan beberapa karyawannya masih memilah beberapa barang dagangannya yang kiranya masih bisa diselamatkan dan masih layak untuk dijual.

“Walaupun tidak semuanya terbakar, tapi perkiraan kerugian yang saya alami sekira Rp50 juta, ini juga banyak barang yang kita pilah-pilah tapi memang sudah banyak yang tidak layak lagi,” ucapnya.

Senada dengan Muje, ia juga mengaku akan melakukan renovasi pada kios miliknya dengan menggunakan dana pribadi, namun ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan bisa memberikan sedikit bantuan agar bisa meringankan sedikit biaya yang harus dikeluarkan para pedagang.

Baca Juga :  Pendidikan Non Formal Solusi untuk Anak Putus Sekolah di Perbatasan

Terpisah, Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Basir mengatakan jika personel baru akan ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap para korban kebakaran.

“Personel sore ini baru ke lokasi lakukan pendataan, untuk total kerugian material yang dialami korban nanti akan kita sampaikan setalah dilakukan pendataan,” singkat Basir kepada benuanta.co.id. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2519 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *