Jalan dan Drainase Gajah Mada Diperbaiki, Warga Minta Jangan Tebang Pilih

benuanta.co.id, TARAKAN – Jalan Gajah Mada dan Cenderawasih, Kelurahan Karang Anyar Pantai yang diperbaiki tak lagi membuat genangan air. Meski mendapat apresiasi, namun jalan ini diharapkan masyarakat bisa diperbaiki secara penuh.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, pada Jumat, 10 Maret 2023 terlihat genangan air yang disebabkan limpasan drainase telah mengering, dan ruas Jalan Gajah Mada telah dilakukan pengaspalan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi Jalan Cenderawasih yang masih rusak dan penuh kubangan.

Syahdan Ketua RT 4, Karang Anyar Pantai meminta pemerintah dapat cepat tanggap dalam melakukan perbaikan dan tidak melakukan tebang pilih. Ia menilai, kerusakan saluran drainase itu tidak saja berdampak bagi kerusakan jalan, melainkan banjir bagi warga di wilayah tempat tinggalnya.

“Kami minta tolonglah pihak pemerintah ini, kalau melakukan perbaikan itu dicepatkan dan jangan pilih-pilih. Usahakan perbaikan juga dilakukan sampai di Jalan Cenderawasih juga, karena kita di sini sangat terdampak apabila banjir. Mohon ke depannya dibuatkan parit juga,” jelas Syahdan.

Baca Juga :  Median Jalan Jenderal Sudirman Dipercantik

Meski demikian Syahdan juga mengapresiasi pengerjaan yang dilakukan pemerintah sejak drainase Jalan Gajah Mada mengalami perbaikan warga di sekitar tempat tinggalnya sudah jarang mengalami banjir.

“Kemarin ini warga semua resah kebanjiran. Jadi saluran parit yang buntu itu, banjirnya sampai ke belakang sini. Syukur setelah perbaikan saluran di Jalan Gajah Mada ini biar hujan deras ini sudah tidak banjir lagi,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Adi Ketua RT 5 Kelurahan Karang Anyar Pantai, yang bersyukur karena kedua jalan itu tidak lagi tergenang banjir.

“Ya Alhamdulillah, semenjak saluran drainase sepanjang Jalan Gajah Mada itu dibongkar genangan air itu sudah mengering. Kabarnya bulan ini mau dipasangkan gorong-gorong, ya kita tunggu aja kedepannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Ingatkan Pengendara Tak Ugal-ugalan di Jalan

Adi sendiri telah mengajukan permintaan perbaikan saluran drainase tersebut sejak empat tahun lalu, namun dengan kendala dan alasan pemerintah kota jalan tersebut baru dapat perhatian pada tahun ini.

“Masalah rusaknya jalan dan genangan air ini sudah tiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kita ajukan. Cuma pada tahun ini tidak saya ajukan, karena saya nilai percuma juga biar pemerintah sendiri lah yang melihat bagaimana keadaannya,” ucap Adi.

Tak hanya itu, Adi meminta pihak instansi pemerintah juga memberi informasi dan edukasi terkait perawatan jalan dan drainase bagi masyarakat setempat, agar selanjutnya tidak terjadi saling tuding.

“Harapannya pihak pemerintah kota beri kami sosialisasi ke depannya terkait pembersihan saluran drainase dan perawatan jalan. Jadi kami warga selanjutnya juga tau bagaimana cara menanganinya, kita tidak saling menyalahkan,” bebernya.

Fatma seorang warga Kelurahan Karang Anyar Pantai juga mengeluhkan kelambanan perbaikan jalan tersebut, yang ia rasa bisa lebih baik jika dikerjakan secara tanggap.

Baca Juga :  Dugaan SARA Masih Bergulir, Polisi Bakal Dalami ke Ahli Bahasa

“Rusaknya jalan kami ini sudah masalah lama. Dari dulu kita minta perbaikannya, tapi baru bisa direspon karena Pak Jokowi datang kemarin. Jadi jangan nunggu datang Presiden baru diperbaiki,” tutupnya.

Diketahui, sebelumnya pihak pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Permukiman (DPUPR-Perkim) berkolaborasi dengan instansi terkait telah melakukan perbaikan pada sejumlah drainase, yang menyebabkan genangan air dan sejumlah kubangan di ruas jalan Gajahmada dan Cenderawasih. (*)

Reporter: Edo Asrianur

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2630 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *