Truk Angkut Rumput Laut Terguling Akibat Rem Blong, Polisi Singgung Soal Rem

benuanta.co.id, TARAKAN – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan memeriksa Sopir truk yang terguling di persimpangan bawah Gunung Amal, Ahad (12/02/2023).

Hasil pemeriksaan polisi truk dengan warna kuning biru itu mengalami rem blong.

“Jadi memang rem blong kalau dari pengakuan sopir. Akhirnya banting setir ke kanan itu,” sebut Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rully Zuldh Fermana melalui Kanit Laka, IPDA Ghazy saat dikonfirmasi, Senin (13/02/2023).

Dugaan kelebihan muatan dibantah polisi, kata Ghazy, muatan truk yang mengangkut rumput laut saat kejadian sebanyak 80 karung, sementara kapasitasnya mampu mengangkut 100 karung lebih.

Baca Juga :  Satpol PP Tarakan Ingatkan Pedagang Takjil Tak Jualan di Pinggir Jalan

“Jadi tidak overload tapi masih diambang batas juga,” sebutnya.

Ia melanjutkan untuk barang bukti berupa truk sendiri tidak dilakukan penahanan. Karena pihaknya hanya melakukan penahanan saat ada laporan polisi saja.

Sopir truk tidak mengalami luka dan kejadian ini pun tidak menimbulkan adanya korban lain.

Ppas datang ke sini (kantor polisi) kita minta keterangan juga. Kita sudah tanyakan apakah mau membuat laporan apa tidak katanya tidak mau,” bebernya.

Baca Juga :  Masih Maret, Penerimaan Pajak Tarakan Lampaui Target Nasional

Saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa saksi di antaranya 2 warga, sopir dan juga pemilik usaha truk tersebut.

Diketahui saat kejadian kendaraan truk tersebut menggunakan sistem rem hidrolik. Saat dalam kondisi jalanan turunan maka truk tersebut melakukan rem berkali-kali.

Menurutnya, truk kendaraan besar seharusnya menggunakan kopling, sehingga dapat mengatur kecepatan dan juga rem saat kondisi jalanan turun.

“Jadi bentrok dia, membuat remnya jadi keras tidak bisa diinjak begitu,” sebut perwira balok satu itu.

Baca Juga :  52 Makam di Pamusian Lahannya Masuk Sengketa

Polisi lalu lintas mengimbau kendaraan besar pengangkut rumput laut di area Gunung Amal agar tak melebihi kapasitas.

Sementara untuk maintenance kendaraan sendiri pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan.

“Jangan sampai ada muatan melebihi kapasitas, tetap harus sesuai prosedur. Sebaliknya sebelum berkendara pastikan kondisi truknya jangan sampai rem blong juga terjadi lagi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *