Kuota Terbatas, Dinkes Bulungan Layani Vaksinasi untuk 100 Orang

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk dosis satu dan dua hingga booster kembali dibuka oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan dengan kuota terbatas sebanyak 100 orang.

Administrator Bidang Kesehatan Masyarakat Pencegahan, Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan dr. Bartho mengatakan kegiatan vaksinasi bakal berlangsung hingga pukul 14.00 Wita.

“Kita buka sampai jam 2 siang. Yang kita sediakan sekarang vaksin jenis Pfizer. Bagi yang belum dapat dosis 1 boleh ikuti vaksin dan syaratnya di atas 12 tahun,” ujarnya Kamis (26/1/2023).

Baca Juga :  Upaya Naik Status Jadi Kebun Raya, 2 OPD Pemkab Bulungan Kejar Pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati

Kemudian bagi yang belum dapat dosis dua vaksinasi, katanya minimal 3 bulan.

“Setelah dapat dosis pertama. Kemudian jarak booster ke 1 ke dosis booster 2 minimal 6 bulan dan harus dalam keadaan sehat, dengan usia 18 tahun ke atas,” bebernya.

Tak hanya itu, bagi warga Kabupaten Bulungan ingin ikut vaksinasi sebelumnya supaya segera lengkapi persyaratan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

Baca Juga :  Dokter: Protein Hewani Cenderung Terlupakan dalam Pemenuhan Gizi Anak

“Bawa KK sama KTP saja nanti di cek sama petugas vaksin apakah pernah vaksin sebelumnya atau tidak,” jelasnya.

Ditambahkannya jika ada salah satu peserta vaksinasi Covid-19 punya riwayat penyakit.

“Sebenarnya kondisinya terkontrol penyakitnya tidak akut, boleh vaksin, dan sejauh ini tidak ada pasien vaksin punya sakit bawaan kondisi sehat semua,” tuturnya.

Terpisah, salah satu peserta vaksinasi dari Kecamatan Tanjung Selor Nita Situmorang mengatakan hari ini mengikuti vaksinasi Covid-19 booster 2.

Baca Juga :  Dengarkan Keluhan Warga Soal BLT hingga PKH, Mensos Risma Perintahkan Staf Ahli Tinggal di Desa Karang Agung

“Saya tunggu tadi dari jam 8 namun ada keterlambatan sedikit untuk pengurusan antrian karena nakes ada persiapan vaksinasi,” jelasnya.

Kemudian setelah vaksin booster pihaknya mengatakan tidak ada timbul rasa gejala ringan.

“Tidak ada gejala ringan. Karena tadi saya diminta oleh petugas nakes supaya 15 menit untuk tunggu supaya dipantau nakes apakah ada gejala ringan atau tidak,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *