25 Napi Lapas Nunukan Dapat Asimilasi Rumah, Sejumlah Syarat Wajib Dipenuhi

benuanta.co.id, NUNUKAN – Narapidana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Nunukan mendapatkan pembebasan asimilasi rumah pada Selasa (24/1/2023).

Kepala Lapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan, sejatinya pemberian asimilasi rumah sebagaimana Keputusan Kementerian Hukum dan Ham Nomor M.HH-186.PK.05.09 Tahun 2022 Tentang Penyesuaian Jangka Waktu Pemberlakuan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak Pidana Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Sebenarnya ini merupakan program tahun lalu, namun untuk pelaksanaannya diperpanjang hingga 30 Juni 2023 mendatang,” kata I Wayan kepada benunta.co.id, Rabu (25/1/2023).

Diungkapkannya, asimilasi dapat diberikan kepada napi sesuai dengan Permenkumham RI Nomor 43 Tahun 2021 Perubahan Kedua atas Permenkumham RI Nomor 32 Tahun 2020 dan Permenkumham RI Nomor 24 Tahun 2021.

Baca Juga :  Tega, Si Paman Jadikan Ponakannya Budak Nafsu Bejatnya, Melati Hamil Muda

I Wayan membeberkan, napi yang dapat diberikan asimilasi dengan beberapa syarat yakni narapidana yang bersangkutan tidak sedang menjalani hukuman disiplin, napi aktif mengikuti program pembangunan dengan baik, napi telah menjalani 1/2 masa pidana dan 2/3 masa hukumannya tidak lewat dari tanggal 30 Juni 2023 mendatang.

Dijelaskannya, 25 napi yang mendapatkan asimilasi rumah atau menyelesaikan masa pidananya di rumah terdiri dari 23 laki-laki dan 2 perempuan.

Baca Juga :  Lompat dari Lantai 2 Tahanan Imigrasi, Kaki WNA Pakistan Ini Keseleo  

Puluhan napi tersebut merupakan napi dari 11 orang kasus narkotika dan 14 orang dari tidak pidana umum lainnya.

“Jadi untuk asimilasi rumah ini, bagi pelaku tindak pidana kekerasan seksual itu tidak bisa mendapatkan asimilasi, lalu untuk tindak pidana yang masa tahanannya di atas 5 tahun kurungan penjara,” ungkapnya.

Meski begitu, Ia mengatakan puluhan napi tersebut tetap harus melakukan wajib lapor ke pihak Lapas Nunukan setiap minggunya.

“Mereka hanya menyelesaikan masa hukumannya di rumah, jadi kalau misalkan selama menjalani masa hukumannya di rumah dan kita mendapatkan laporan bahwa perbuatan yang bersangkutan meresahkan maka kita bisa langsung melakukan penjemputan dan yang bersangkutan tersebut akan kembali menghabiskan masa tahanannya di lapas,” jelasnya.

Baca Juga :  Flash News! Pria Paruh Baya Gantung Diri di Teras Rumahnya

Ditambahkannya, salah satu napi perempuan yang mendapatkan asimilasi rumah yakni anak di bawah umur atas nama S (16) asal Sulawesi Selatan, narapidana kasus narkotika 6 kilogram yang diamankan pada Desember 2021 lalu.

“S ini anak di bawah umur, saat itu ia dipidana saat usianya 14 tahun dan di divonis 3 tahun penjara, karena dia telah menjalani separuh masa tahanannya sehingga ia mendapatkan asimilasi rumah,” tandasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *