Satlantas Periksa Saksi dan Pengendara Truk Laka Maut di Gunung Belah

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan maut di Jalan P Diponogor pada Selasa, 24 Januari 2023.

Laka yang terjadi di depan Toko Cahaya Terang sekira pukul 15.40 itu menewaskan remaja pria berinisial MI yang diketahui duduk di bangku kelas 12 pada salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tarakan.

Adapun kronologis kejadian menurut pihak Satlantas pada pukul 15.40 MI yang saat itu mengendarai motor Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi (nopol) KT 2095 melaju dari arah Sebengkok menuju Gitajalatama.

Sesampainya di depan Toko Cahaya Terang terdapat satu unit mobil truk dengan plat KU 8992 yang dikemudikan RB tengah memasuki toko tersebut. Sehingga motor yang dikendarai oleh MI membentur ban belakang sebelah kiri truk yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

Baca Juga :  PH Kurator akan Tempuh Jalur Hukum Jika Aset PT Gusher Tak Dikosongkan

“Untuk korban sudah dibawa ke rumah sakit. Keluarga sudah monitor juga dan alamatnya di Tanjung Batu RT. 22 Kelurahan Mamburungan. Sementara kita juga masih saksi-saksi yang ada di tempat,” ujar Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rully Zuldh Fermana melalui Kanit Laka, IPDA Ghazy Prima Daffa Khoirat saat dihubungi Benuanta, Selasa (24/1/2023).

Saat ini barang bukti berupa kendaraan truk berwarna merah dan juga motor Yamaha Jupiter MX telah diamankan di Kantor Satlantas Polres Tarakan.

Ia melanjutkan telah mendapatkan beberapa keterangan dari saksi mata di lokasi di antaranya pengendara truk dan pekerja yang ada di toko tersebut.

“Kami sudah ada rencana penyelidikan untuk kejelasannya juga. Ada beberapa yang harus kita cross check ulang. Apalagi kejadiannya terbilang cepat, mungkin orang lihat. Kami juga akan cek CCTV dan ada juga kan pencucian mobil kita sudah dapat namanya dan akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” beber Ghazy.

Baca Juga :  Etle Berjalan, Tilang Manual Masih Diadakan

Berdasarkan kondisi di TKP, terpantau kerap kali terjadi aktivitas keluar masuknya truk yang berakibat fatal hingga menyebabkan laka lantas berujung meninggal dunia. Hal itu juga menjadi atensi pihaknya. Ia menegaskan kepada seluruh masyarakat yang hendak keluar masuk dari halaman toko atau halaman rumah harus terdapat orang yang turun untuk memberhentikan kendaraan.

 

“Ya atensinya kalau keluar masuk kendaraan baik itu kendaraan kecil atau besar harusnya ada yang mengatur atau memberhentikan dulu di depan toko. Bukan hanya toko baik itu rumah atau tempat di pinggir jalan,” tegasnya.

Disinggung soal penetapan tersangka dari kasus laka maut ini, ia mengungkapkan sementara pihaknya telah membuatkan laporan polisi. Pihak keluarga juga telah berada di rumah sakit yang saat ini belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi yang tidak memungkinkan.

Baca Juga :  Satu DPO Kasus Pencurian Tertangkap di Belakang BRI, Judi Slot Jadi Alasannya

“Kalau penetapan tersangka kita masih belum bisa pastikan. Karena kita masih mendalami dan menyelidiki saksi dan juga bukti di TKP,” sebutnya.

“Mungkin korban di bawah umur itu yang kami duga, kita belum tahu juga identitas lengkapnya karena pihak keluarga masih berkabung,” lanjut perwira balok satu itu.

 

Adapun saat ini kondisi kendaraan korban mengalami kerusakan di bagian belakang. Sementara bagian depan utuh dan terdapat goresan di bagian belakang.

“Dugaan sementara pengendara sempat ngerem sehingga terbanting ke arah kiri terus terlindas, karena ada pecahan juga di sebelah kiri kan. Kalau di truknya malah tidak ada goresan,” tutup dia. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. memang jika saya amati ketika pada jam sibuk itu truk yg berada disitu juga senantiasa hilir mudik membawa masuk barang yg besar kemungkinan orang akan bisa terjadi accident karena jam pulang ya anak sekolah ya PNS ya karyawan yg lain . jadi perusahaan itu harus bertanggung jawab apalgi kendaraan roda besar .seharusnya jika di pinggir jalan seperti itu harus ada yg mengatur atau waktu bongkar barang memperhatikan jam yg tidak sibuk . kasian anak muda yg seharusnya tinggal menunggu waktu kelulusan harus berakhir tragis seperti itu