Jabat Kapolres Nunukan, Sinergitas jadi Perhatian Taufik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pucuk kepempimpinan Polres Nunukan resmi berganti dari AKBP Ricky Hadiyanto kepada AKBP Taufik Nurmandia.

AKBP Ricky Hadiyanto akan menduduki jabatan baru sebagai Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital (WadirPamobvit) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) oleh Mabes Polri.

Pergantian Kapolres Nunukan ini ditandai dengan acara pisah sambut yang dilaksanakan pada, Senin (23/1/2023) malam di Ballroom Hotel Lenflin Nunukan.

Acara pisah sambut tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Ketua DPRD Nunukan Hj. Leppa dan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nunukan serta seluruh pimpinan instansi vertikal yang ada di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Omzet Turun BBM Malaysia Beredar di Sebatik, Pengusaha APMS Curhat ke DPRD Nunukan

Ricky Hadiyanto menyampaikan, selama menjabat sebagai Kapolres Nunukan kurang lebih satu tahun tiga bulan, sinergitas antar masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan dan serta instansi vertikal sangat terjalin dengan baik.

“Selama bertugas di sini, koordinasi dan komunikasi yang terjalin begitu baik baik dengan Pemda dan instansi vertikal,” kata Ricky Hadiyanto.

Ia mengaku, selama menjalankan melaksanakan tugasnya, tujuannya untuk masyarakat dan kesejahteraan, begitu juga dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari sinergitas yang dijalin.

Baca Juga :  Angka Pernikahan Anak di Nunukan Cukup Tinggi

Sementara itu, Taufik Nurmandia menyampaikan sebelum menduduki jabatannya sebagai Kapolres Nunukan ia sebelumnya menjadi Kapolres Tarakan kurang lebih selama satu tahun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nunukan yang sudah menyambut dengan baik kedatangan kami di Nunukan untuk melaksanakan tugas sebagai Kapolres Nunukan yang baru,” kata Taufik Nurmandia.

Ia berharap, kedepannya akan terus menjalin kerja sama yang baik. Hal ini lantaran dalam menjalankan tugas, ia tidak bisa sendiri sehingga perlu adanya dukungan dan kerjasama dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Pengurus Rumah Ibadah Ini Berurusan Dengan Polisi Akibat Menemukan HP di Halaman Gereja

Dengan melihat letak geografis wilayah Nunukan yang berbatasan langsung baik darat dan laut dengan Malaysia, tentunya berbagai macam ancaman khusus maraknya penyelundupan barang-barang ilegal sangat sulit untuk dibendung.

Sehingga ia berharap dengan adanya kerjasama yang dijalin dengan pemerintah dan stakeholder lainnya dapat menciptakan kondisi yang aman dan mampu menangkal Penyelundupan barang-barang dan perbuatan yang ilegal.

“Tentunya saya tidak bisa menjalankan ini sendiri, dukungan pemerintah daerah maupun seluruh stakeholder yang ada sangat saya butuhkan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *