Perayaan Imlek 2023, Tahun Penuh Harapan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Perayaan tahun baru Imlek 2023 yang jatuh pada tanggal 22 Januari kali ini berlangsung khidmat diikuti umat Tionghoa ke Klenteng Ta Pe Kong di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hulu,

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bulungan Hendy Dermawan mengatakan tahun baru Imlek 2023 ini adalah shio Kelinci.

“Shio tahun ini kelinci. Makna secara umum shio kelinci ini damai, sejahtera, tenang dan harapan kita juga di tahun yang berjalan ini ya tentu kondisi ekonomi bisa pulih kehidupan sosial masyarakat bisa berangsur lebih baik,” tuturnya Minggu (22/1/2023).

Baca Juga :  Marak Hoaks Penculikan Anak, Kapolresta Bulungan Pesan Ini ke Masyarakat

Menurutnya shio kelinci selalu mengajarkan ada harapan baru dan mengajak umat antar beragama lebih tenang.

“Dari segala sesuatunya atau kita katakan bisa terjalin dengan baik dengan lebih damai,” jelasnya.

Ditambahkannya shio kelinci ini identik menjunjung nilai keharmonisan dan toleransi.

“Itulah istilahnya sebagai perekat utama kita kemudian harapan kita keamanan ketertiban masyarakat itu juga bisa terjaga,” bebernya.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Bulungan Target 1.500 Patok Kayu Tertanam di 7 Kelurahan

Ia akui kabupaten Bulungan selama dua tahu belakangan ini situasi keamanan ketertiban di masyarakat tertib.

“Lalu rekan-rekan TNI Polri juga memang proaktif menjalankan program-program mereka di masyarakat. Tentu harapan besar kita ke depan semua sektor bisa pulih kembali usai diterpa pandemi Covid-19,” jelasnya

Terpisah, salah satu jemaat usai beribadah di Klenteng Ta Pe Kong yakni Dewi mengatakan sangat bersyukur tahun ini Imlek bisa dirayakan terbuka.

Baca Juga :  Kades Bunyu Sebut Ada 67 KK Terkena Dampak Tanggul Milik Perusahaan Tambang Jebol

“Karena perayaan 2 tahun sebelumnya di rumah saja karena efek pandemi Covid-19 dan kita berharap tahun ini tetap sehat kerjaan lebih baik,” tuturnya.

Kemudian pada hari Imlek ini pihaknya bersama keluarga telah melaksanakan ibadah.

“Ibadah kumpul keluarga besar sebelum hari H sekarang. Jadi biasanya keluarga di luar kota kumpul datang ke rumah makan bersama di satu meja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *