Ini Klenteng Tertua di Makassar yang Menjadi Pusat Keramaian Warga Tionghoa Sembahyang

benuanta.co.id, MAKASSAR – Klenteng Xian Ma yang berada di kawasan Pecinan di Jalan Sulawesi, Kota Makassar, merupakan klenteng tertua di Angin Mammiri, berdiri sejak 1860. Sehingga tidak heran jika Klenteng lima lantai tersebut menjadi pusat keramaian warga Tionghoa untuk melakukan peribadatan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili, pada 22 Januari 2023.

Klenteng Xian Ma yang megah secara arsitektur telah mengalami renovasi beberapa kali sejak berdiri. Tercatat pada 2005, dilakukan renovasi besar-besaran pada Klenteng Xi’an Ma dengan dibangun lima lantai. Lalu 2008, klenteng tertinggi di Makassar ini resmi digunakan warga etnis Tionghoa.

Baca Juga :  Antisipasi Cuaca Ekstrem di Sulsel, Pesawat Cessna Grand Caravan 11 Hari Halau Awan

Dari semua klenteng yang ada di Kota Makassar, Klenteng Xian Ma memiliki kelebihan tersendiri dan juga paling favorit. Alasannya, klenteng ini dianggap sebagai tempat peribadatan etnis Tionghoa dengan patung dewa-dewi terlengkap. Serta peninggalan sejarah dan budaya. Setidaknya ada 15 dewa – dewi berjejer di dalam klenteng Xian Ma.

Kemudian terdapat sembilan tiang penyanggah gedung berwarna merah. Itu menjadikan bangunan yang dipenuhi ornamen-ornamen pemujaan dewa tampak megah dan kokoh. Selain itu, dalam ruangan klenteng terdapat dua menara lampu pencerahan yang terletak di depan altar dewa-dewi dan Budha menambah keelokan klenteng ini.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ikut Merespon Ibu di Gowa yang Cekoki Bayinya dengan Kopi

Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili 2023 ini, serangkaian tradisi hingga ibadah dilakukan oleh umat Khonghucu.

Pengawas Klenteng Xi’an Ma, Riady mengatakan, tahun baru Imlek 2023 warga Tionghoa yang melakukan sembahyang cukup antusias. Apalagi tidak ada lagi pembatasan seperti tahun sebelumnya.

“PPKM dicabut jadi kita kembali normal seperti empat tahun,” kata Riady kepada wartawan.

Baca Juga :  Kasus Tarik Tambang IKA Unhas Makassar Dihentikan, Diselesaikan dengan RJ

Maka dari itu, kata dia, Klenteng Xi’an Ma akan dibuka hingga malam puncak perayaan pukul 12.00 Wita.

Untuk menjaga kondusifitas warga Tionghoa melakukan peribadatan, ratusan personel gabungan TNI – Polri dikerahkan. Bahkan ada tim Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob Polda Sulsel.

“Ada 11 klenteng, tapi kita prioritaskan ada 4 klenteng, karena ibadahnya sampai jam 1 malam,” tandas Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Heru Novianto. (*)

Reporter: Akbar

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *