RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo akan Optimalkan Layanan Hemodialisa

benuanta.co.id, BULUNGAN – Menanggapi harapan Bupati Bulungan Syarwani, yang menginginkan pembenahan pelayanan medis di RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo lebih cepat serta fasilitas penunjang lainnya bisa beroperasional dalam kurun waktu tiga bulan.

Direktur Utama (Dirut) RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo yakni dr H Widodo Darmo Sentono, Sp.JP menegaskan akan menjalankan pelayan publik sebaik-baiknya.

“Atas harapan itu ya mudah-mudahan harapan dalam tiga bulan ke depan apa yang menjadi harapan progresnya bisa sesuai dengan ekspektasinya,” ujarnya Kamis (19/1/2023).

Baca Juga :  Motor Seruduk Truk Logistik di Simpang Empat Jalan Mangga dan Rambutan Berakhir Damai

Termasuk yang menjadi catatan pentingnya yaitu akan berupaya bisa membuka pelayanan pemeriksaan Hemodialisa (HD)

“Yang selama ini jadi konsen kita dan  menjadi pertanyaan kepada kita, masyarakat sebenarnya menginginkan pelayanan Hemodialisa,” ungkapnya.

Ia pun mengaku selama ini pelayanan kepada calon pasien Hemodialisa selalu di rujuk ke Rumah Sakit Kota Tarakan.

“Yang memiliki fasilitas HD di rumah sakit Tarakan, Malinau dan mudah-mudahan kendala tersebut di RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo bisa mengatasi hal tersebut sesuai harapan masyarakat dan Bupati,” jelasnya.

Baca Juga :  Maling Uang dan Hp di Tanjung Selor Ditangkap Polisi di Tarakan

Kemudian soal kapan dibuka layanan praktek cek kesehatan Hemodialisa di RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo, pihaknya akan memastikan dahulu ketersediaan tenaga kesehatan yang bisa menangani.

“Tapi kita akan mengusahakan bentuk-bentuk kerja sama yang sifatnya kontrak eksklusif karena kalau misalnya dibutuhkan percepatan-percepatan kita coba jajakin dengan center pusat pendidikan yang memproduksi dokter spesialis konsultan HD yang bisa diajak kerja sama,” tuturnya.

Baca Juga :  Masyarakat Lapor soal Kamtibmas dan Isu Penculikan Anak, Kapolresta Bulungan Intruksikan Patroli

Kendati demikian, sebagai informasi pelayanan kepada calon pasien HD di RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo nantinya 1 unit 1 orang.

“1 unit HD untuk 1 pasien itu kalau durasi untuk HD itu rata-rata 3 sampai 5 jam berarti misalnya kita punya 5 bead maka 5 pasien bisa dilayani itu tergantung ketersediaan beadnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *