DPRD Tarakan Tinjau Jembatan Rusak di RT 18 Juata Laut, Harapkan Ada Respons Cepat

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi jembatan yang tak layak di RT 18 Kelurahan Juata Laut mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan. Sebelumnya pihak DPRD mendapati keluhan langsung dari pihak warga sebelum akhirnya pada Selasa 17 Januari 2023 pihaknya melakukan peninjauan.

Pada kunjungan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Tarakan Al Rhazali bersama Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tarakan Muhammad Hanafia. Terdapat pula perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan.

“Laporan dari warga itu ada jembatan yang patah dan longsor di sekitarnya. Jadi kalau untuk mobil berat ataupun mobil pribadi sangat berbahaya untuk melewati akses itu,” ujar Hanafia, Kamis (19/1/2023).

Baca Juga :  Etle Berjalan, Tilang Manual Masih Diadakan

Dalam hal ini pihaknya meminta untuk DPUTR dan Dishub Tarakan agar segera melakukan langkah-langkah. Sementara untuk kendaraan yang melintas pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Tarakan.

Pada kunjungan lapangan lalu juga dihadiri oleh perwakilan dari PT Trans Jaya Makmur (TJM) yang kendaraannya digunakan untuk pekerjaan timbunan ke PT Chipmil.

“Mereka siap untuk menyumbang bahan atau pun menurunkan alat berat membantu pekerjaan-pekerjaan PU. Pastinya kan itu adalah langkah tindakan sementara ataupun dalam waktu dekat,” lanjutnya.

Pada penanganan yang akan dilakukan merupakan penanganan jangka pendek. Pihaknya khawatir jika dilakukan penanganan jangka panjang maka akan membutuhkan waktu yang lama.

“Harapannya juga PT TJM agar dapat memberi bantuan sesegera mungkin. Karena mereka juga sangat berkepentingan untuk akses jalan tersebut,” ucap politisi Gerindra itu.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Sarankan Perumda Tak Profit agar Ditutup

Ia menguraikan faktor dari jembatan yang hampir patah ini dikarenakan banjir dari aliran sungai debit airnya cukup tinggi. Sehingga tidak mampu lagi menampung dan menyebabkan pondasi jembatan tergerus. Untuk itu sangat diperlukan kerja sama yang baik dari pihaknya sebagai wakil rakyat dan juga Dinas yang membawahi pekerjaan tersebut.

“Agar warga dan perusahaan segera bisa melintasi jembatan yang menjadi akses satu-satunya,” singkatnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Abdul Rohim menjelaskan ia telah meminta anggota untuk mengumpulkan data-data di lapangan. Ia mengatakan ruas jalan tersebut sebenarnya merupakan ruas jalan provinsi namun pihaknya tetap akan melakukan upaya perbaikan jangka pendek guna kebutuhan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Satlantas Periksa Saksi dan Pengendara Truk Laka Maut di Gunung Belah

“Saya akan minta data-data teknis juga ke staf saya. Mungkin ada penanganan yang sifatnya sementara itu yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Menyoal bantuan yang akan diberikan oleh perusahaan terkait perbaikan jembatan tersebut pihaknya belum mendapati informasi terkait hal tersebut. Ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait penanganan mendesak ini.

“Tapi kalau ada bantuan juga ya bersyukur. Kita perlu berkoordinasi juga dengan teman-teman di provinsi maupun OPD yang turut membantu. Tapi kita belum mendapati informasi pasti dan kesepakatan seperti apa modelnya,” tutupnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *