2 Buruh Sawit Diupah Rp30 Juta Bawa Sabu 5 Kg Tujuan Sulsel dari Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dua wanita pekerja buruh sawit yakni RA (47) dan NR (27) yang berperan sebagai kurir Narkotika Golongan I jenis sabu seberat 5 kilogram, diamankan Personel Polsek KSKP Tunon Taka dan Satreskoba Polres Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto menyampaikan kasus tersebut berhasil diungkap bermula pada (11/1/2023) lalu, saat Kapolsek KSKP Tunon Taka memerintahkan personel untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap barang penumpang yang akan berangkat menuju ke pelabuhan Pare-pare, Sulawesi Selatan dengan menumpangi Kapal KM. Thalia.

“Lalu sekira pukul 15.45 Wita, Kapolsek KSKP mencurigai ada sebuah gerobak muatan barang penumpang yang masuk ke arah Dermaga Pelabuhan Tunon Taka tanpa melalui proses pemeriksaan,” kata Ricky, Kamis (19/1/2023).

Kapolsek KSKP lalu memerintahkan personel untuk mengikuti muatan barang yang dibawa oleh buruh bantu pelabuhan tersebut ke dalam kapal KM. Thalia.

Saat personel menanyakan keberadaan barang yang dimaksud kepada Buruh tersebut dan ditunjukkan posisi barang yang dimuat dan pemilik barang yang berada di Dek 3.

Baca Juga :  Sekolah di Sembakung Terendam Banjir, Pelajar Diliburkan  

“Personel kita lalu melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dicurigai tersebut yakni ada tiga buah karung dan tiga buah tas pakaian,” ucapnya .

Dari hasil pemeriksaan sejumlah barang tersebut, ditemukan sebanyak 5 bungkus plastik ukuran besar warna transparan yang diduga berisi Narkotika Golongan I jenis sabu.

Dibeberkannya, 5 paket sabu tersebut disimpan dengan cara menggunakan kaleng Biskuit, lalu dimasukkan ke dalam 2 buah kotak warna coklat dan terbungkus karung warna putih seberat 5.000 gram.

Disampaikannya, Kapolsek KSKP lalu melakukan koordinasi dengan Sat Resnarkoba Polres Nunukan, hingga berhasil mengamankan dua orang wanita yakni RA dan NR.

Yang mana, kedua wanita tersebut diduga sebagai pemilik barang bawaan yang dimuat oleh Buruh tersebut.

Sementara itu, terhadap Buruh yang membawa barang-barang tersebut, Ricky menyampaikan jika pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan dengan memintai keterangan.

Baca Juga :  Pengurus Rumah Ibadah Ini Berurusan Dengan Polisi Akibat Menemukan HP di Halaman Gereja

Sedangkan terhadap kedua pelaku, saat dilakukan interogasi, keduanya mengatakan jika paket sabu tersebut rencananya akan dibawa menuju ke Kota Madya Pare-pare, atas perintah dari seorang laki-laki yang bernama RAH yang beralamat di Tawau, Sabah-Malaysia.

“Mereka ini dititipkan oleh RAH sabu tersebut, saat itu mereka diberitahu jika sabu tersebut hanya 2 Kg, namun mereka tidak tahu saat diamankan ternyata sabu yang mereka bawa ada sebanyak 5 Kg,” ungkapnya.

Untuk melancarkan aksinya, masing-masing pelaku dijanjikan akan diberi upah sebesar RM. 9.000 atau setara dengan Rp 30 Juta.

Disampaikannya, kedua wanita tersebut mengatakan jika sabu tersebut nantinya diarahkan oleh RAH bahwa akan diterima oleh seseorang yang tidak diketahui namanya yang berada di SPBU, Poros Soppeng, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

“Personel gabungan kita lalu melakukan control delivery ke lokasi yang di maksud, namun saat sudah di lokasi yang dijanjikan tidak ada yang menjemput barang tersebut, saat RN ini menghubungi RAH, RAH mengatakan mengirim pesan kepada pelaku untuk pulang saja lantaran ia sudah mengetahui jika RN dan NR telah ditangkap,” jelasnya.

Baca Juga :  Motor Seruduk Truk Logistik di Simpang Empat Jalan Mangga dan Rambutan Berakhir Damai

Sehingga, Ricky menyampaikan lantaran diduga informasi tersebut sudah bocor ke telinga RAH yang saat ini ditetapkan sebagai DPO tersebut, Personel hanya berhasil mengamankan dua kurir wanita tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua kurir wanita tersebut di persangkaan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *